Selasa, 06 Oktober 2015

MIE BAYAM MERAH UNTUK MENCEGAH ANEMIA AKIBAT DEFISIENSI ZAT BESI



MIE BAYAM MERAH UNTUK MENINGKATKAN
KADAR ZAT BESI DAN SERAT

                                                                                                                                                        I.            PENDAHULUAN

Bayam merah (Celosia argentea) merupakan tumbuhan dari keluarga Amaranthacea. Nama saintifiknya adalah Amaranthacea Gangeticus dan nama Inggrisnya Red Spinach. Di Jawa tanaman ini dinamai bayem abrit, bayem lemag atau bayem sekul.
Kandungan
Tanaman ini banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin dan vitamin (A, B dan C). Secara umum tanaman ini dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Akar bayam merah memiliki khasiat sebagai obat untuk disentri.
Fungsi Sebagai Obat
Bayam digunakan untuk membantu melancarkan proses buang air besar karena kandungan seratnya cukup banyak. Makanan berserat seperti bayam, baik bagi penderita kanker usus besar, kencing manis, kolesterol tinggi dan untuk menurunkan berat badan, dapat meningkatkan kerja ginjal dan bisa bersihkan darah sehabis bersalin, dan untuk mencegah Anemia.
Anemia gizi sangat umum dijumpai di Indonesia. Dari segi kesehatan masyarakat, anemia gizi terutama disebabkan karena kekurangan zat besi, sehingga anemia gizi sering disebut sebagai anemia kurang besi (Husaini, 1989). Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia  pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain.
Badan kesehatan Dunia (WHO) dalam Amiruidin (2007) melaporkan bahwa anemia zat besi lebih cenderung terjadi dinegara yang sedang berkembang dari pada di negara maju. Diperkirakan + 1400 juta jiwa (36%) dari populasi 3.800 juta jiwa di negara berkembang menderita anemia akibat defisiensi zat besi, sedangkan di negara maju hanya 8% (+100 juta) jiwa dari populasi 1.200 juta jiwa.
Prevalensi anemia defisiensi zat besi ini dapat membawa akibat negatif seperti rendahnya kemampuan jasmani dan produktivitas kerja, rendahnya kemampuan intelektual dan rendahnya kekebalan tubuh yang berarti dapat menyebabkan turunnya kualitas sumber daya manusia.
Secara ideal untuk mengatasi masalah tersebut diatas adalah dengan suplementasi atau pemberian preparat besi dalam bentuk sirup atau piul sebagai obat, namun program ini masih dirasakan kurang efektif terutama karena masalah distribusi (Husaini,1989).
Bayam terkenal dengan sayuran sumber zat besi, selain mengandung vitamin A, Vitamin C, dan kalsium (Smith, 2002). Lebih lanjut dikatakan ada dua jenis bayam yaitu bayam hijau dan bayam merah. Namun berdasarkan kandungan zat besi yang terkandung, bayam merah lebih kaya akan zat besi  (7 mg/100g).
Indonesia sangat kaya akan potensi termasuk produksi bayam yang terus meningkat setiap tahunnya yaitu 149.435-163.817 ton pada periode 2008-2010 (Kementrian Pertanian RI, 2010).
Solusi yang Ditawarkan
Diperlukan suatu alternatif dalam pengolahan bayam merah agar masyarakat bisa mengkonsumsinya dalam bentuk yang lain. Salah satu makanan yang disukai dan sering dijumpai di masyarakat dengan harga terjangkau adalah mie. Namun, pembuatan mie selama ini banyak memakai bahan pewarna dan bahan pengawet seperti natrium benjoate ( Winarno2002 )
Menurut Subijakto ( 2010 )  masyarakat Indonesia mengkonsumsi mie tanpa penambahan bahan makanan lain, bahkan ada yang menggunakan mie sebagai lauk atau sayur berkuah yang digunakan sebagai temen nasi dalam konsumsi sehari-hari. Padahal mie memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang cukup rendah , bahkan mie tidak mengandung serat makanan yang baik untuk kesehatan pencernaan ( Purnawijayanti,2009) oleh  karena itu penulis sangat tertarik untuk menambahkan bayam merah kedalam pengolahan mie agar dapat digunakan sebagai alternatif dalam pencegahan anemia defisiensi zat besi dan serat, karena kandungan zat besi dan serat dalam bayam merah cukup tinggi. Penambahan bayam merah 40% pada bahan dasar mie akan meningkatkan kadar zat besi dalam mie sebesar 4,97 mg, sedangkan kadar serat pada komposisi seperti di atas akan meningkatkan kadar serat sebesar 1,613 gram ( I Komang suwita dkk 2011)
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah memberikan solusi untuk mencegah terjadinya anemia zat besi di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kerja jasmani dan produktifitas kerja serta meningkatkan kemampuan intelektual dan kekebalan tubuh sehingga dapat menurunkan angka kesakitan yang pada akhirnya dapat meningkatnya sumber daya manusia Indonesia.





















                                                                                                                                                II.            TELAAH PUSTAKA
2.1.Pengertian
2.1.1.      Bayam
Bayam berasal dari Amerika tropik. Hingga sekarang, tumbuhan ini sudah tersebar di daerah tropis dan subtropis seluruh dunia. Di Indonesia, bayam dapat tumbuh sepanjang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5 – 2 m dpl, tumbuh didaerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas.
2.1.2. Mie
Mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.

2.2.  Klasifikasi
2.2.1.  Bayam
Jenis Bayam :
a.       Bayam yang biasa dikonsumsi sebagai sayuran dikenal dengan bayam cabutan (bayam sekul) terdapat 3 varietas bayam yang termasuk kedalam Amaranthustricolor, yaitu:
Bayam hijau biasa, bayam merah (blitum rubum) yang berwarna hijau keputih-putihan.
b.      Daun dan batang bayam merah mengandung cairan warna merah. Selain A. Tricolor terdapat bayam jenis lain.
Bayam kakap (A. Hybridus) bayam duri (A. Spinosus) dan bayam kotok/bayam tanah (A Blitum). Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah A. Tricocor dan A. Hybridus sedangkan jenis bayam lainnya tumbuh liar.
2.2.2.  Mie
Mie dapat dikelompokkan ke dalam jenis:
a.       Cellophane noodles, dikenal dengan sebutan soun. Soun dibuat dari campuran tepung kentang dan tepung kacang hijau. Mie jenis ini teksturnya sangat lunak, cocok untuk olahan sup, soun goreng atau untuk isi pastel. Soun dijual dalam bentuk kering, penggunaannya memerlukan perendaman terlebih dahulu di dalam air panas sampai lembut untuk siap diolah menjadi berbagai macam masakan.
b.      Mie telur, mie ini terbuat dari tepung terigu jenis hard wheat dan diperkaya dengan telur. Mie telur biasanya dijual dalam kondisi kering dengan bentuk bulat maupun pipih.
c.        Hokkien Noodles, sering disebut dengan mie hong kong. Bentuknya menyerupai mie telur bulat dan halus. Biasanya dijual dalam kondisi basah dalam kemasan kedap udara. Mie ini sangat cocok untuk dibuat mie goreng atau mie rebus.  
d.      Ramen, dikenal dengan sebutan mie keriting cina. Ramen dijual dalam kondisi kering dalam kemasan mie instan, sangat cocok diolah sebagai mie goreng atau mie kuah.
e.       Rice stick noodles, di Indonesia lebih populer dengan sebutan kwetiau. Mie ini dibuat dari tepung beras dan air, di pasaran dapat kita jumpai dalam bentuk kering dan basah. Kwetiau sangat cocok untuk dibuat kwetiau goreng maupun kuah.
f.        Soba noodles, yang terkenal dengan sebutan mie Jepang ini, bentuknya hampir sama seperti mie somen. Mie ini berwarna hijau tua karena mengandung sari teh hijau. Soba noodles biasanya dijual dalam bentuk kering. Sangat cocok jika digunakan untuk hidangan mie kuah.
g.       Rice Vermicelli, mie ini sangat populer di Indonesia, kebanyakan orang mengenalnya sebagai bihun. Bihun terbuat dari tepung beras, warnanya putih bersih, dan teksturnya sangat lembut. Mie ini sangat mudah matang, jadi tidak perlu direbus, direndam dalam air panas sudah cukup. Biasanya dijual dalam bentuk kering dalam kemasan plastik. Cocok digunakan sebagai isi sup dan bihun goreng. 
h.       Mie shoa, mie asal Cina. Mie shoa terbuat dari tepung beras, berwarna putih terang dan sangat mudah matang, dapat digunakan langsung di dalam masakan seperti sup atau sebagai snack seperti mie shoa goreng.

























                                                                                               III.            CARA PENGOLAHAN MIE BAYAM MERAH

3.1.  Bahan-bahan
300 gram
Tepung Terigu Protein Tinggi
3 buah
Telur Ayam
120 gram
Daun bayam merah
1 sendok teh
Garam
1 sendok makan
Minyak Goreng
secukupnya
Tepung Terigu untuk taburan


3.2.  Langkah-Langkah Pembuatan Mie Bayam Merah
1.      Cuci daun bayam merah di air mengalir
2.      Blender bayam merah
3.      Campur rata tepung dengan bayam merah yang sudah diu blendir serta tambahkan 1 sdt garam
4.      Masukkan telur dan minyak ke dalam tepung kemudian uleni hingga lembut dan adonan mengkilat
5.      Bungkus adonan dengan serbet makan. Biarkan dalam suhu kamar selama 30 menit.
6.      Bagi adonan menjadi 4 bagian. Buat adonan menjadi pipih dengan mesin pembuat mie lubang tingkat 1 (paling besar).
7.      Tekuk adonan seperti dalam gambar
8.      Pipihkan adonan dengan arah bukaan disebelah atas-bawah
9.      Lakukan berulang hingga adonan lembut dan rata.
10.  Setalah adonan di tingkat 1 halus dan rata, pipihkan adonan berturut-turut pada tingkat ke 2, 3, 4 atau kalau mau lebih tipis lagi hingga tingkat 5.
11.  Adonan mie yang sudah dipipihkan dengan mesin mie tingkat ke 5
12.  Adonan pipih di letakkan pada serbet makan yang sudah ditaburi tapung terigu. Biarkan adonan pipih ini kering kurleb 30 menit. Saat menunggu kerjakan 3 buah adonan lain seperti langkah sebelumnya.
13.  Potong adonan pipih dengan cetakan mie. taburi mie dengan sedikit tepung terigu. Biarkan mie kering selama 30 menit.
14.  Didihkan air yang sudah diberi garam. Rebus mie homemade ini selama 3 menit. Mie ini siap di sajikan untuk mie ayam, mie goreng dan sebagainya.




                                                                                                                              IV.            KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.   Kesimpulan
4.1.1. Kadar zat besi mie dengan penambahan bayam merah menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan bayam merah,  maka kadar zat besi dalam mie semakin meningkat, porsi penyajian mie bayam merah adalah seberat 85 gram ( dalam bentuk mie kering ) sehingga setiap kali penyajian dapat menyumbang kebutuhan zat besi berkisar antara 3,4 – 4,2 mg atau 13,1-16,2 % dari kecukupan zat besi yang dianjurkan
4.1.2. Kadar serat mie dengan penambahan bayam merah menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan bayam merah,  maka kadar serat mie semakin meningkat. Hal tersebut disebabkan karena bayam termasuk sayuran berserat tinggi, sehingga penambahan bayam merah yang lebih banyak membuat kadar serat juga semakin meningkat
4.2.   Saran
Kita harus melestarikan dan memanfaatkan apa yang di alam sekitar kita dengan cara-cara kreatif dan inovatif agar kekayaan tersebut tidak terlantar dan terbuang percuma. Berinovasi dengan menciptakan sesuatu yang baru dan masih jarang orang mengetahui serta memanfaatkan bayam merah dapat membantu perekonomian dan dapat meningkat derajat kesehatan masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Rabu, 23 September 2015

PENYEBAB MANI ENCER


Penyebab Umum dari Sperma Encer dan Cara Mengatasinya

Ada dua penyebab umum dari sperma encer: jumlah sperma sedikit dan kekurangan fruktosa. Alasannya tergantung pada usia laki-laki atau tingkat aktivitas seksual. Tak satu pun dari penyebab ini yang mempengaruhi kesehatan pria secara keseluruhan. Jika jumlah sperma sedikit adalah penyebab dari sperma encer, maka pengobatan reproduksi modern masih dapat memberikan kesempatan seseorang untuk menjadi ayah.

Sperma encer adalah suatu kondisi yang ditandai dengan air mani tampak berair yang mungkin bertekstur yang berbeda dari air mani normal. Muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, terkadang pria berpikir bahwa masalah ini adalah tanda penurunan kesuburan. Padahal penyebabnya adalah sesuatu sama sekali yang lain.


Penyebab paling umum dari sperma encer adalah defisiensi (kekurangan) fruktosa. Hampir setengah dari semua ejakulasi terdiri atas fruktosa atau gula. Fruktosa memasuki ejakulasi melalui vesikula seminalis. Diet rendah gula dan atau karbohidrat memberikan kontribusi terhadap kondisi tersebut. Hal ini dengan cepat diperbaiki dengan meningkatkan konsumsi karbohidrat / gula.

Selama pubertas, pria muda dan pria dewasa, sperma encer adalah tanda aktivitas seksual yang rutin. Testis membutuhkan waktu sampai 72 jam untuk mengisi sperma. Masturbasi atau onani mengurangi jumlah semen yang tersedia selama ejakulasi. Meskipun jumlah sperma laki-laki terhitung sedikit dalam kasus ini, hal ini sama sekali tidak berkaitan dengan infertilitas pria.

Sangat jarang terjadi seorang pria mengalami sperma encer karena infertilitas. Kebanyakan pria, jika mereka hidup tahun 80 atau 90-an, masih memiliki kemampuan reproduksi untuk memiliki anak. Namun ketika seorang pria tumbuh lebih tua, jumlah sperma secara bertahap menurun sebanyak 30-40%. Penurunan ini berpengaruh pada tekstur semen. Masalah ini harus menjadi perhatian seorang pria jika ia belum melewati usia pertengahan.

Jika seorang pria memiliki sperma konsisten encer meskipun telah mengubah aktivitas seksual dan atau melakukandiet, konsultasi ke dokter reproduksi mungkin diperlukan. Hal ini terutama jika seseorang sedang berkeinginan untuk memiliki anak. Jika dokter menemukan jumlah spermanya sedikit dan atau sperma dengan motilitas rendah, pengujian lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menentukan penyebabnya.

Seorang pria mungkin masih bisa punya anak jika sperma encer menyebabkan kesuburan berkurang, yaitu melalui inseminasi buatan. Dalam prosedur ini, sperma diisolasi dan langsung dimasukkan ke dalam rahim istri sementara dia berovulasi. Prosedur ini memungkinan pembuahan.

Temukan resep mengobati sperma encer dengan alami, cepat dan mudah disini
obat-tiens.com/index.php/2015/09/21/lemah-syahwatjual-obat-impoten-murah-dan-ampuh

Selasa, 22 September 2015

KENAPA BAYI BARU LAHIR DIBERIKAN SUNTIKAN VITAMIN K?



KENAPA BAYI BARU LAHIR DIBERIKAN SUNTIKAN VITAMIN K?
Alasan bagi bayi suntikan vitamin K saat lahir adalah adanya anggapan bahwa bayi yang baru lahir, dilahirkan dengan “kekurangan” vitamin K. kekurangan Ini berdasarkan perbandingan tingkat/kadar vitamin K pada tubuh bayi baru lahir dibandingkan dengan nilai-nilai yang terkadnung pada orang dewasa normal. Rendahnya tingkat vitamin k dapat menyebabkan penurunan kemampuan pembekuan darah, yang dapat mengakibatkan bayi baru lahir lebih rentan terhadap perdarahan. Risikonya cukup kecil, hanya sekitar 5 dibanding 100.000.
Faktor Risiko Perdarahan serebral
· Persalinan lama atau persalinan tak maju
· Adanya molding yang signifikan atau berlebihan pada kepala Janin
· Trauma Lahir
· Persalinan dengan Forsep &Ekstraksi Vakum
· Deselerasi detak Jantung di Akhir persalinan
· Khitan
Faktor-faktor berikut meningkatkan risiko perdarahan pada bayi baru lahir:
Sebenarnya, kekuatan alam yang begitu terfokus pada sebuah proses kelahiran yang sukses sepertinya tidak membenarkan pernyataan bahwa semua bayi kekurangan vitamin K.
Karena sebenarnya secara fisiologis resiko kekurangan faktor pembekuan darah bisa di minimalisasi apabila para provider tidak memberikan intervensi pada bayi baru lahir yang dapat mengganggu proses kelahiran normal fisiologis yang berkaitan dengan faktor pembekuan darah.
Intervensi yang paling jelas adalah pemotongan tali pusat yang prematur atau segera setelah bayi dilahirkan, tindakan ini menghilangkan volume darah fisiologis bayi yang baru lahir dari 25% sampai 40%, dan dengan demikian 25% sampai 40% dari faktor pembekuan fisiologis yang alami yang dimaksudkan untuk hadir dalam darah bayi baru lahir hilang.
Meskipun ada yang berpendapat bahwa vitamin K tidak bisa melewati dengan mudah dari aliran darah ibu ke bayi melalui plasenta dan juga melalui ASI. Namun jika seorang ibu mengonsumsi banyak sayuran segar berdaun hijau, maka vitamin K tersebut akan tetap dialirkan dengan lebih mudah ke bayi mereka dan melindungi mereka dari kemunginan penyakit akibat kekurangan vitamin K. Jadi, sebenarnya adalah benar jika kita mendukung kesehatan fisiologis dengan menunggu minimal 5 menit setelah kelahiran untuk memotong tali pusat dan dengan mendorong serta memotivasi ibu yang sedang menyusui untuk makan banyak sayuran hijau segar atau mengonsumsi suplemen vitamin K.
Praktek menyuntikkan vitamin K ke bayi yang baru lahir segera setelah lahir dimulai pada hari dimana seorang ibu bersalin yang begitu banyak mendapatkan obat dan intervensi selama persalinan dan kelahiran sehingga mereka tidak bisa mendorong bayi keluar, sehingga sebagian besar bayi ditarik keluar oleh forsep. Persalinan dengan menggunakan forsep ini sering menyebabkan trauma kepala bayi atau wajah dan sering meninggalkan memar yang signifikan. Biasanya, akan ada faktor-faktor pembekuan yang cukup dalam darah bayi untuk mengontrol jumlah yang sederhana pendarahan internal.
Namun, praktek medis yang umum kemudian, seperti sekarang, adalah untuk memotong tali pusat segera setelah lahir; praktek ini menghilangkan jumlah darah bayi secara signifikan hingga 40% dari volume darah normal bayi, dan dengan demikian sampai dengan 40 % dari trombosit dan faktor pembekuan lain yang alam sediakan untuk membantu mengontrol perdarahan menjadi hilang.
Kemampuan bayi untuk memproduksi faktor pembekuan juga dibatasi karena kesempatan menyusui terbatas. Jadi bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sejak awal, atau bayi yang tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini dimana terdapat Cairan emas ASI yang juga disebut kolostrum, yang tinggi vitamin K –pun terbatas. Karena hati membutuhkan vitamin K dalam rangka untuk mensintesis faktor pembekuan, kekurangan vitamin K disebabkan oleh kurangnya konsumsi ASI dapat mengakibatkan ketidakmampuan darah untuk membeku dengan waktu yang tepat. Tubuh bayi mampu memproduksi vitamin K tambahan setelah usus dicemari dengan bakteri penghasil Vitamin-K, tapi ini tidak bertahan sampai bayi berusia sekitar 8 hari.
Selain itu, anak laki-laki baru lahir banyak yang disunat segera setelah lahir (ini dilakukan sebagian besar di Amerika), sebelum faktor-faktor pembekuan mereka telah secara alami meningkat; dicatat bahwa kebudayaan Yahudi memahami kenaikan alam di faktor pembekuan dan menunda sunat ritual mereka sampai delapan hari setelah dilahirkan.
Untuk alasan yang tidak jelas dipahami, alam berusaha keras untuk menjaga bayi baru lahir tetap berada pada kadar tingkat vitamin K rendah, bahkan jika seorang wanita hamil membutuhkan kadar tinggi vitamin K selama kehamilannya, ini tidak akan meningkatkan bayi kadar vitamin K atau faktor pembekuan pada bayi baru lahir. Tanpa memahami persis apa yang dilakukan, dokter memutuskan untuk mencoba menyuntikkan dosis yang sangat tinggi vitamin K ke bayi, yang tidak meningkatkan faktor pembekuan bayi ‘dan yang tidak mengurangi kejadian perdarahan intra kranial pada bayi baru lahir. (Seorang pengamat yang cerdik mungkin menyimpulkan bahwa mereka mungkin hanya dengan mudah telah mengurangi kejadian perdarahan intra kranial pada bayi baru lahir dengan mengurangi penggunaan forsep dan dengan meninggalkan tali pusat tetap utuh selama setidaknya lima menit sehingga bayi mendapat tingkat faktor pembekuan yang alam maksudkan.)
Jadi, tanpa penelitian untuk menentukan dosis optimal vitamin K, dan tanpa penelitian untuk menyelidiki apakah faktor-faktor pembekuan meningkat mungkin benar-benar menimbulkan masalah yang berbeda untuk bayi yang baru lahir, dokter membuat prosedur rutin untuk menyuntikkan semua bayi yang baru lahir dengan dosis vitamin K yang 20.000 kali lebih tinggi pada bayi baru lahir normal. Praktek ini tetap dilakukan dan tidak berubah sejak tahun 1944, tanpa penelitian tindak lanjut yang memadai. Namun, beberapa studi secara tidak langsung terkait dilakukan pada penundaan pemotongan tali pusat pada bayi prematur telah mengkonfirmasikan bahwa bayi yang mendapatkan lebih banyak darah yang alam maka resiko pendarahan di otak cenderung berkurang.
Dalam proses pertolongan kelahiran yang modern, penggunaan forsep telah digantikan oleh ekstraksi vakum, yang juga dapat menyebabkan trauma fisik dan memar dan pendarahan di bekas vakum tersebut. Selain itu, obat yang biasanya disuntikkan di epidural dan anestesi spinal memiliki efek samping yang mungkin menyebabkan pendarahan di otak bayi yang baru lahir.
Hampir semua orang setuju bahwa jika bayi memiliki proses kelahiran traumatis yang menyebabkan banyak memar atau tanda-tanda jika bayi menunjukkan kesulitan melakukan pembekuan, maka masuk akal untuk mengelola vitamin K secara tepat waktu untuk mencegah terjadinya perdarahan intra kranial.
Argumen terhadap tidak menggunakan vitamin K secara rutin antara lain:
1) Alam tampaknya telah mengatur dengan sempurna bagaimana kadar vitamin K dalam tubuh bayi baru lahir akan secara bertahap meningkat selama delapan hari setelah kelahiran ke tingkat yang lebih tinggi. Ini hampir seolah-olah merupakan sifat yang sangat spesifik dimana bayi memiliki tingkat tertentu faktor pembekuan pada saat lahir, diikuti dengan tingkat yang lebih tinggi dari faktor-faktor pembekuan seminggu setelah dilahirkan.
2) Ada beberapa hubungan antara suntikan vitamin K dan leukimia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kejadian leukemia mungkin berhubungan dengan penggunaan merkuri yang terkandung pada injeksi vitamin K sintetis. Pengamatan teoritis adalah bahwa tingkat yang tepat dari vitamin K diperlukan untuk mengatur tingkat pembelahan sel pada bayi baru lahir dan bahwa tingkat vitamin K yang berlebihan mengganggu proses regulasi, sehingga meningkatkan kemungkinan kanker leukimia dan lainnya.
3) Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang meningitis kemungkinan untuk meninggal lebih tinggi jika mereka memiliki faktor pembekuan yang lebih tinggi. Namun penelitian Ini belum jelas apakah hal ini disebabkan faktor genetik atau apakah itu berlaku untuk semua bayi yang menerima vitamin K.
Kita tahu bahwa seorang bayi lahir di secara fisiologis tanpa trauma kelahiran yang tali pusat yang utuh, dan dilakukan IMD serta menyusu eksklusif akan mendapatkan jumlah atau kadar vitamin K yang yang tepat yang di atur oleh Alam. Hal yang perlu di perhatikan adalah bahwa jika bayi lahir dengan jumlah vitamin K yang tepat, maka tambahan vitamin K mungkin merupakan overdosis yang meningkatkan faktor pembekuan di atas. Faktor-faktor pembekuan yang berlebihan dapat menyebabkan masalah lain, seperti kerentanan terhadap meningitis atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
Perspektif saya – Dari sudut pandang filosofis, saya diingatkan tentang betapa pentingnya semua aspek persalinan dan kelahiran adalah untuk kelangsungan hidup spesies. Ada keterkaitan yang kompleks antara penjepit kabel tertunda, kekentalan darah, kolostrum, penyakit kuning dan vitamin K, dan ini saling mempengaruhi dan ini tidak dipahami oleh masyarakat medis yang merekomendasikan injeksi vitamin K. Jika bayi anda lahir prematur tanpa kabel penjepitan pemotongan tali pusat, maka bayi Anda mungkin akan menerima takaran vitamin K yang dimaksudkan oleh alam.
Alam semesta biasanya melakukan hal-hal yang benar, dan tampaknya suatu kesalahan untuk mengganggu proses ini kecuali ada tanda-tanda masalah. Karena pada dasarnya Tidak ada penelitian pada pemberian injeksi vitamin K dalam kelahiran fisiologis. Hal ini tampaknya seperti sebuah intervensi yang ekstrem tanpa justifikasi yang memadai.
Poin untuk Mempertimbangkan Injeksi Rutin Vitamin K
1) Sementara suntikan vitamin K pada bayi baru lahir mungkin terdengar seperti sebuah intervensi yang dapat diterima, ada beberapa poin untuk merenungkan, terutama adalah bahwa semua bayi dilahirkan dengan tingkat vitamin k yang rendah. Jadi, itu menimbulkan pertanyaan apakah konsentrasi vitamin k yang rendah pada bayi baru lahir harus disebut kekurangan?
2) Jumlah disuntikkan Vit K adalah 20.000 kali lebih tinggi dari kadar vitamin K pada bayi saat lahir. Ukuran dosis yang diberikan didasarkan pada nilai-nilai orang dewasa normal. Selain itu, suntikan mungkin juga mengandung bahan pengawet yang dikenal racun bagi bayi.
3) Dosis Vitamin K adalah penyebab penyakit kuning pada bayi baru lahir. Sebuah obat untuk satu penyakit yang dirasakan kemudian menjadi penyebab timbulnya penyakit yang lain.
4) Kolostrum yang terkandung di ASI, adalah kaya Vitamin K. Dengan demikian, bayi yang disusui segera setelah dilahirkan akan menerima sumber Vitamin K alami, dalam banyak kasus secara signifikan meningkatkan tingkat Vitamin K.
5) Vitamin K diserap oleh usus dari makanan yang kita makan. Namun, suntikan intramuskular adalah salah satu cara yang mmem- by passes usus dantubuh tidak dirancang untuk menerima itu.
6) Kelahiran adalah pengalaman sensorik yang luar biasa bagi bayi – dingin, lapar, dibutakan oleh cahaya, merasakan sentuhan kain atau tarikan gravitasi, jarum yang menusuk ke dalam tubuh dan menimbulkan rasa sakit bukanlah cara lembut untuk memungkinkan sistem sensorik untuk secara bertahap menyesuaikan diri dengan dunia luar. Tanpa sadar, ia mengirimkan pesan bahwa alam dan bumi tidaklah ramah!
Solusi Sederhana
1. Minimalkan intervensi dan penggunaan obat nyeri untuk mengurangi risiko perdarahan intercranial. Intervensi seperti anethesia epidural, iv narkotika, pemantauan janin internal, induksi, dan persalinan dengan operasi termasuk ekstraksi forseps dan vakum (ventouse) meletakkan bayi pada risiko lebih besar terkena memar dan perdarahan intercranial selama atau segera setelah lahir. Merencanakan persalinan dengan intervensi yang rendah akan membatasi risiko terhadap bayi dan ibu dengan mengurangi risiko yang terkait dengan intervensi ini.
2. Pertimbangkan meminta dosis oral daripada suntikan. Hal ini menghilangkan overdosis dan mengurangi risiko perdarahan dan kuning, serta rasa sakit dari suntikan dan paparan bahan pengawet berbahaya. Juga, Vitamin K diserap melalui usus. Meskipun hal ini mungkin tampak seperti sebuah solusi yang mudah, pastikan untuk mendiskusikan pilihan ini pertama dengan dokter anda. Karena rumah sakit sudah terbiasa dengan prosedur operasi standar, bisa sulit bagi mereka untuk menentukan dengan benar dosis oral untuk bayi Anda.
3. Selama beberapa minggu terakhir dallam kehamilan, tambahkan konsumsi makanan yang kaya Vitamin K. Sementara ini belum terbukti untuk meningkatkan kadar vitamin K yang baru lahir, namun ini ternyata terbukti meningkatkan jumlah Vitamin K dalam ASI.
Dengan mengikuti solusi ini sederhana, Anda dapat menerima manfaat dari dosis vitamin K yang akurat baru lahir sambil menghindari semua efek negatif dari suntikan.