Rabu, 23 September 2015
PENYEBAB MANI ENCER
Penyebab Umum dari Sperma Encer dan Cara Mengatasinya
Ada dua penyebab umum dari sperma encer: jumlah sperma sedikit dan kekurangan fruktosa. Alasannya tergantung pada usia laki-laki atau tingkat aktivitas seksual. Tak satu pun dari penyebab ini yang mempengaruhi kesehatan pria secara keseluruhan. Jika jumlah sperma sedikit adalah penyebab dari sperma encer, maka pengobatan reproduksi modern masih dapat memberikan kesempatan seseorang untuk menjadi ayah.
Sperma encer adalah suatu kondisi yang ditandai dengan air mani tampak berair yang mungkin bertekstur yang berbeda dari air mani normal. Muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, terkadang pria berpikir bahwa masalah ini adalah tanda penurunan kesuburan. Padahal penyebabnya adalah sesuatu sama sekali yang lain.
Penyebab paling umum dari sperma encer adalah defisiensi (kekurangan) fruktosa. Hampir setengah dari semua ejakulasi terdiri atas fruktosa atau gula. Fruktosa memasuki ejakulasi melalui vesikula seminalis. Diet rendah gula dan atau karbohidrat memberikan kontribusi terhadap kondisi tersebut. Hal ini dengan cepat diperbaiki dengan meningkatkan konsumsi karbohidrat / gula.
Selama pubertas, pria muda dan pria dewasa, sperma encer adalah tanda aktivitas seksual yang rutin. Testis membutuhkan waktu sampai 72 jam untuk mengisi sperma. Masturbasi atau onani mengurangi jumlah semen yang tersedia selama ejakulasi. Meskipun jumlah sperma laki-laki terhitung sedikit dalam kasus ini, hal ini sama sekali tidak berkaitan dengan infertilitas pria.
Sangat jarang terjadi seorang pria mengalami sperma encer karena infertilitas. Kebanyakan pria, jika mereka hidup tahun 80 atau 90-an, masih memiliki kemampuan reproduksi untuk memiliki anak. Namun ketika seorang pria tumbuh lebih tua, jumlah sperma secara bertahap menurun sebanyak 30-40%. Penurunan ini berpengaruh pada tekstur semen. Masalah ini harus menjadi perhatian seorang pria jika ia belum melewati usia pertengahan.
Jika seorang pria memiliki sperma konsisten encer meskipun telah mengubah aktivitas seksual dan atau melakukandiet, konsultasi ke dokter reproduksi mungkin diperlukan. Hal ini terutama jika seseorang sedang berkeinginan untuk memiliki anak. Jika dokter menemukan jumlah spermanya sedikit dan atau sperma dengan motilitas rendah, pengujian lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menentukan penyebabnya.
Seorang pria mungkin masih bisa punya anak jika sperma encer menyebabkan kesuburan berkurang, yaitu melalui inseminasi buatan. Dalam prosedur ini, sperma diisolasi dan langsung dimasukkan ke dalam rahim istri sementara dia berovulasi. Prosedur ini memungkinan pembuahan.
Temukan resep mengobati sperma encer dengan alami, cepat dan mudah disini
obat-tiens.com/index.php/2015/09/21/lemah-syahwatjual-obat-impoten-murah-dan-ampuh
Selasa, 22 September 2015
KENAPA BAYI BARU LAHIR DIBERIKAN SUNTIKAN VITAMIN K?
KENAPA BAYI
BARU LAHIR DIBERIKAN SUNTIKAN VITAMIN K?
Alasan bagi
bayi suntikan vitamin K saat lahir adalah adanya anggapan bahwa bayi yang baru
lahir, dilahirkan dengan “kekurangan” vitamin K. kekurangan Ini berdasarkan
perbandingan tingkat/kadar vitamin K pada tubuh bayi baru lahir dibandingkan
dengan nilai-nilai yang terkadnung pada orang dewasa normal. Rendahnya tingkat
vitamin k dapat menyebabkan penurunan kemampuan pembekuan darah, yang dapat
mengakibatkan bayi baru lahir lebih rentan terhadap perdarahan. Risikonya cukup
kecil, hanya sekitar 5 dibanding 100.000.
Faktor
Risiko Perdarahan serebral
·
Persalinan lama atau persalinan tak maju
· Adanya
molding yang signifikan atau berlebihan pada kepala Janin
· Trauma
Lahir
·
Persalinan dengan Forsep &Ekstraksi Vakum
·
Deselerasi detak Jantung di Akhir persalinan
· Khitan
Faktor-faktor
berikut meningkatkan risiko perdarahan pada bayi baru lahir:
Sebenarnya,
kekuatan alam yang begitu terfokus pada sebuah proses kelahiran yang sukses
sepertinya tidak membenarkan pernyataan bahwa semua bayi kekurangan vitamin K.
Karena
sebenarnya secara fisiologis resiko kekurangan faktor pembekuan darah bisa di
minimalisasi apabila para provider tidak memberikan intervensi pada bayi baru
lahir yang dapat mengganggu proses kelahiran normal fisiologis yang berkaitan
dengan faktor pembekuan darah.
Intervensi
yang paling jelas adalah pemotongan tali pusat yang prematur atau segera
setelah bayi dilahirkan, tindakan ini menghilangkan volume darah fisiologis
bayi yang baru lahir dari 25% sampai 40%, dan dengan demikian 25% sampai 40%
dari faktor pembekuan fisiologis yang alami yang dimaksudkan untuk hadir dalam
darah bayi baru lahir hilang.
Meskipun ada
yang berpendapat bahwa vitamin K tidak bisa melewati dengan mudah dari aliran
darah ibu ke bayi melalui plasenta dan juga melalui ASI. Namun jika seorang ibu
mengonsumsi banyak sayuran segar berdaun hijau, maka vitamin K tersebut akan
tetap dialirkan dengan lebih mudah ke bayi mereka dan melindungi mereka dari
kemunginan penyakit akibat kekurangan vitamin K. Jadi, sebenarnya adalah benar
jika kita mendukung kesehatan fisiologis dengan menunggu minimal 5 menit
setelah kelahiran untuk memotong tali pusat dan dengan mendorong serta
memotivasi ibu yang sedang menyusui untuk makan banyak sayuran hijau segar atau
mengonsumsi suplemen vitamin K.
Praktek
menyuntikkan vitamin K ke bayi yang baru lahir segera setelah lahir dimulai
pada hari dimana seorang ibu bersalin yang begitu banyak mendapatkan obat dan
intervensi selama persalinan dan kelahiran sehingga mereka tidak bisa mendorong
bayi keluar, sehingga sebagian besar bayi ditarik keluar oleh forsep.
Persalinan dengan menggunakan forsep ini sering menyebabkan trauma kepala bayi
atau wajah dan sering meninggalkan memar yang signifikan. Biasanya, akan ada
faktor-faktor pembekuan yang cukup dalam darah bayi untuk mengontrol jumlah
yang sederhana pendarahan internal.
Namun,
praktek medis yang umum kemudian, seperti sekarang, adalah untuk memotong tali
pusat segera setelah lahir; praktek ini menghilangkan jumlah darah bayi secara
signifikan hingga 40% dari volume darah normal bayi, dan dengan demikian sampai
dengan 40 % dari trombosit dan faktor pembekuan lain yang alam sediakan untuk
membantu mengontrol perdarahan menjadi hilang.
Kemampuan
bayi untuk memproduksi faktor pembekuan juga dibatasi karena kesempatan
menyusui terbatas. Jadi bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sejak awal,
atau bayi yang tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini dimana terdapat Cairan
emas ASI yang juga disebut kolostrum, yang tinggi vitamin K –pun terbatas. Karena
hati membutuhkan vitamin K dalam rangka untuk mensintesis faktor pembekuan,
kekurangan vitamin K disebabkan oleh kurangnya konsumsi ASI dapat mengakibatkan
ketidakmampuan darah untuk membeku dengan waktu yang tepat. Tubuh bayi mampu
memproduksi vitamin K tambahan setelah usus dicemari dengan bakteri penghasil
Vitamin-K, tapi ini tidak bertahan sampai bayi berusia sekitar 8 hari.
Selain itu,
anak laki-laki baru lahir banyak yang disunat segera setelah lahir (ini
dilakukan sebagian besar di Amerika), sebelum faktor-faktor pembekuan mereka
telah secara alami meningkat; dicatat bahwa kebudayaan Yahudi memahami kenaikan
alam di faktor pembekuan dan menunda sunat ritual mereka sampai delapan hari
setelah dilahirkan.
Untuk alasan
yang tidak jelas dipahami, alam berusaha keras untuk menjaga bayi baru lahir
tetap berada pada kadar tingkat vitamin K rendah, bahkan jika seorang wanita
hamil membutuhkan kadar tinggi vitamin K selama kehamilannya, ini tidak akan
meningkatkan bayi kadar vitamin K atau faktor pembekuan pada bayi baru lahir.
Tanpa memahami persis apa yang dilakukan, dokter memutuskan untuk mencoba
menyuntikkan dosis yang sangat tinggi vitamin K ke bayi, yang tidak
meningkatkan faktor pembekuan bayi ‘dan yang tidak mengurangi kejadian
perdarahan intra kranial pada bayi baru lahir. (Seorang pengamat yang cerdik
mungkin menyimpulkan bahwa mereka mungkin hanya dengan mudah telah mengurangi
kejadian perdarahan intra kranial pada bayi baru lahir dengan mengurangi
penggunaan forsep dan dengan meninggalkan tali pusat tetap utuh selama
setidaknya lima menit sehingga bayi mendapat tingkat faktor pembekuan yang alam
maksudkan.)
Jadi, tanpa
penelitian untuk menentukan dosis optimal vitamin K, dan tanpa penelitian untuk
menyelidiki apakah faktor-faktor pembekuan meningkat mungkin benar-benar
menimbulkan masalah yang berbeda untuk bayi yang baru lahir, dokter membuat
prosedur rutin untuk menyuntikkan semua bayi yang baru lahir dengan dosis
vitamin K yang 20.000 kali lebih tinggi pada bayi baru lahir normal. Praktek ini
tetap dilakukan dan tidak berubah sejak tahun 1944, tanpa penelitian tindak
lanjut yang memadai. Namun, beberapa studi secara tidak langsung terkait
dilakukan pada penundaan pemotongan tali pusat pada bayi prematur telah
mengkonfirmasikan bahwa bayi yang mendapatkan lebih banyak darah yang alam maka
resiko pendarahan di otak cenderung berkurang.
Dalam proses
pertolongan kelahiran yang modern, penggunaan forsep telah digantikan oleh
ekstraksi vakum, yang juga dapat menyebabkan trauma fisik dan memar dan pendarahan
di bekas vakum tersebut. Selain itu, obat yang biasanya disuntikkan di epidural
dan anestesi spinal memiliki efek samping yang mungkin menyebabkan pendarahan
di otak bayi yang baru lahir.
Hampir semua
orang setuju bahwa jika bayi memiliki proses kelahiran traumatis yang
menyebabkan banyak memar atau tanda-tanda jika bayi menunjukkan kesulitan
melakukan pembekuan, maka masuk akal untuk mengelola vitamin K secara tepat
waktu untuk mencegah terjadinya perdarahan intra kranial.
Argumen
terhadap tidak menggunakan vitamin K secara rutin antara lain:
1) Alam
tampaknya telah mengatur dengan sempurna bagaimana kadar vitamin K dalam tubuh
bayi baru lahir akan secara bertahap meningkat selama delapan hari setelah
kelahiran ke tingkat yang lebih tinggi. Ini hampir seolah-olah merupakan sifat
yang sangat spesifik dimana bayi memiliki tingkat tertentu faktor pembekuan
pada saat lahir, diikuti dengan tingkat yang lebih tinggi dari faktor-faktor
pembekuan seminggu setelah dilahirkan.
2) Ada
beberapa hubungan antara suntikan vitamin K dan leukimia. Sebuah penelitian
menunjukkan bahwa kejadian leukemia mungkin berhubungan dengan penggunaan
merkuri yang terkandung pada injeksi vitamin K sintetis. Pengamatan teoritis
adalah bahwa tingkat yang tepat dari vitamin K diperlukan untuk mengatur
tingkat pembelahan sel pada bayi baru lahir dan bahwa tingkat vitamin K yang
berlebihan mengganggu proses regulasi, sehingga meningkatkan kemungkinan kanker
leukimia dan lainnya.
3)
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang meningitis kemungkinan untuk meninggal
lebih tinggi jika mereka memiliki faktor pembekuan yang lebih tinggi. Namun
penelitian Ini belum jelas apakah hal ini disebabkan faktor genetik atau apakah
itu berlaku untuk semua bayi yang menerima vitamin K.
Kita tahu
bahwa seorang bayi lahir di secara fisiologis tanpa trauma kelahiran yang tali
pusat yang utuh, dan dilakukan IMD serta menyusu eksklusif akan mendapatkan
jumlah atau kadar vitamin K yang yang tepat yang di atur oleh Alam. Hal yang
perlu di perhatikan adalah bahwa jika bayi lahir dengan jumlah vitamin K yang
tepat, maka tambahan vitamin K mungkin merupakan overdosis yang meningkatkan
faktor pembekuan di atas. Faktor-faktor pembekuan yang berlebihan dapat
menyebabkan masalah lain, seperti kerentanan terhadap meningitis atau SIDS
(Sudden Infant Death Syndrome).
Perspektif
saya – Dari sudut pandang filosofis, saya diingatkan tentang betapa pentingnya
semua aspek persalinan dan kelahiran adalah untuk kelangsungan hidup spesies.
Ada keterkaitan yang kompleks antara penjepit kabel tertunda, kekentalan darah,
kolostrum, penyakit kuning dan vitamin K, dan ini saling mempengaruhi dan ini
tidak dipahami oleh masyarakat medis yang merekomendasikan injeksi vitamin K.
Jika bayi anda lahir prematur tanpa kabel penjepitan pemotongan tali pusat,
maka bayi Anda mungkin akan menerima takaran vitamin K yang dimaksudkan oleh
alam.
Alam semesta
biasanya melakukan hal-hal yang benar, dan tampaknya suatu kesalahan untuk
mengganggu proses ini kecuali ada tanda-tanda masalah. Karena pada dasarnya
Tidak ada penelitian pada pemberian injeksi vitamin K dalam kelahiran
fisiologis. Hal ini tampaknya seperti sebuah intervensi yang ekstrem tanpa
justifikasi yang memadai.
Poin untuk
Mempertimbangkan Injeksi Rutin Vitamin K
1) Sementara
suntikan vitamin K pada bayi baru lahir mungkin terdengar seperti sebuah
intervensi yang dapat diterima, ada beberapa poin untuk merenungkan, terutama
adalah bahwa semua bayi dilahirkan dengan tingkat vitamin k yang rendah. Jadi,
itu menimbulkan pertanyaan apakah konsentrasi vitamin k yang rendah pada bayi
baru lahir harus disebut kekurangan?
2) Jumlah
disuntikkan Vit K adalah 20.000 kali lebih tinggi dari kadar vitamin K pada
bayi saat lahir. Ukuran dosis yang diberikan didasarkan pada nilai-nilai orang
dewasa normal. Selain itu, suntikan mungkin juga mengandung bahan pengawet yang
dikenal racun bagi bayi.
3) Dosis
Vitamin K adalah penyebab penyakit kuning pada bayi baru lahir. Sebuah obat
untuk satu penyakit yang dirasakan kemudian menjadi penyebab timbulnya penyakit
yang lain.
4) Kolostrum
yang terkandung di ASI, adalah kaya Vitamin K. Dengan demikian, bayi yang
disusui segera setelah dilahirkan akan menerima sumber Vitamin K alami, dalam
banyak kasus secara signifikan meningkatkan tingkat Vitamin K.
5) Vitamin K
diserap oleh usus dari makanan yang kita makan. Namun, suntikan intramuskular
adalah salah satu cara yang mmem- by passes usus dantubuh tidak dirancang untuk
menerima itu.
6) Kelahiran
adalah pengalaman sensorik yang luar biasa bagi bayi – dingin, lapar, dibutakan
oleh cahaya, merasakan sentuhan kain atau tarikan gravitasi, jarum yang menusuk
ke dalam tubuh dan menimbulkan rasa sakit bukanlah cara lembut untuk
memungkinkan sistem sensorik untuk secara bertahap menyesuaikan diri dengan
dunia luar. Tanpa sadar, ia mengirimkan pesan bahwa alam dan bumi tidaklah
ramah!
Solusi
Sederhana
1.
Minimalkan intervensi dan penggunaan obat nyeri untuk mengurangi risiko
perdarahan intercranial. Intervensi seperti anethesia epidural, iv narkotika,
pemantauan janin internal, induksi, dan persalinan dengan operasi termasuk
ekstraksi forseps dan vakum (ventouse) meletakkan bayi pada risiko lebih besar
terkena memar dan perdarahan intercranial selama atau segera setelah lahir.
Merencanakan persalinan dengan intervensi yang rendah akan membatasi risiko
terhadap bayi dan ibu dengan mengurangi risiko yang terkait dengan intervensi
ini.
2.
Pertimbangkan meminta dosis oral daripada suntikan. Hal ini menghilangkan
overdosis dan mengurangi risiko perdarahan dan kuning, serta rasa sakit dari
suntikan dan paparan bahan pengawet berbahaya. Juga, Vitamin K diserap melalui
usus. Meskipun hal ini mungkin tampak seperti sebuah solusi yang mudah,
pastikan untuk mendiskusikan pilihan ini pertama dengan dokter anda. Karena
rumah sakit sudah terbiasa dengan prosedur operasi standar, bisa sulit bagi
mereka untuk menentukan dengan benar dosis oral untuk bayi Anda.
3. Selama
beberapa minggu terakhir dallam kehamilan, tambahkan konsumsi makanan yang kaya
Vitamin K. Sementara ini belum terbukti untuk meningkatkan kadar vitamin K yang
baru lahir, namun ini ternyata terbukti meningkatkan jumlah Vitamin K dalam
ASI.
Dengan mengikuti solusi ini sederhana, Anda dapat
menerima manfaat dari dosis vitamin K yang akurat baru lahir sambil menghindari
semua efek negatif dari suntikan.
LOTUS BIRTH isu terkini dalam dunia kebidanan
LOTUS BIRTH isu terkini dalam dunia kebidanan
LOTUS BIRTH
Plasenta merupakan toko darah bagi bayi yang mengandung sel-sel induk, besi, oksigen, hormon dan enzim. 1/3 dari total suplai darah bayi berasal dari plasenta yang dialirkan melalui tali pusat.
Lotus Birth, atau tali pusat yang tidak dipotong, adalah
praktek meninggalkan tali pusat melekat pada kedua bayi dan plasenta setelah kelahiran, tanpa klem atau memutus, dan
memungkinkan kabel waktu untuk melepaskan diri dari bayi secara alami. Dengan
cara ini bayi, plasenta kabel dan diperlakukan sebagai satu unit detasemen
sampai terjadi, umumnya 2-3 hari setelah lahir.
Sejarah Lotus Birth
Negara perintis Lotus birth adalah Amerika. Lotus birth dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi bayi dari infeksi luka yang terbuka. Meskipun Lotus birth ini merupakan suatu fenomena yang baru, tapi penundaan pemotongan tali pusat sudah ada dalam budaya Bali dan budaya suku Aborigin Australia. Dan keputusan Lotus birth serta dampak fisiologis yang dapat terjadi merupakan tanggung jawab dari klien yang telah memilih dan membuat keputusan tersebut.
Primatolog Jane Goodall, adalah orang pertama untuk melakukan apapun studi jangka panjang dari simpanse di alam bebas Pada hewan Simpanse, yang merupakan mamalia dengan 99% bahan genetik hampir sama dengan manusia, juga pada prakteknya membiarkan plasenta utuh, tidak merusaknya bahkan memotongnya. Hal itu dikenal dengan fakta primatologis. Beberapa praktisi kelahiran teratai simpanse merujuk kepada praktek sebagai latihan alami bagi manusia juga.
Informasi mengenai lotus birth ini terdapat dalam ajaran Budha, Hindu, Kristen serta Yahudi.
Di Tibet dan Zen Buddhisme, istilah "kelahiran teratai" digunakan untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien Sen-hua), menekankan mereka masuk ke dunia sebagai utuh, anak-anak kudus. Kelahiran referensi teratai juga ditemukan dalam Hinduisme, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.
Sampai sekarang belum ada penelitian lebih lanjut mengenai penyakit kuning dan kehilangan berat badan bayi karena tindakan Lotus birth.
Negara perintis Lotus birth adalah Amerika. Lotus birth dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi bayi dari infeksi luka yang terbuka. Meskipun Lotus birth ini merupakan suatu fenomena yang baru, tapi penundaan pemotongan tali pusat sudah ada dalam budaya Bali dan budaya suku Aborigin Australia. Dan keputusan Lotus birth serta dampak fisiologis yang dapat terjadi merupakan tanggung jawab dari klien yang telah memilih dan membuat keputusan tersebut.
Primatolog Jane Goodall, adalah orang pertama untuk melakukan apapun studi jangka panjang dari simpanse di alam bebas Pada hewan Simpanse, yang merupakan mamalia dengan 99% bahan genetik hampir sama dengan manusia, juga pada prakteknya membiarkan plasenta utuh, tidak merusaknya bahkan memotongnya. Hal itu dikenal dengan fakta primatologis. Beberapa praktisi kelahiran teratai simpanse merujuk kepada praktek sebagai latihan alami bagi manusia juga.
Informasi mengenai lotus birth ini terdapat dalam ajaran Budha, Hindu, Kristen serta Yahudi.
Di Tibet dan Zen Buddhisme, istilah "kelahiran teratai" digunakan untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien Sen-hua), menekankan mereka masuk ke dunia sebagai utuh, anak-anak kudus. Kelahiran referensi teratai juga ditemukan dalam Hinduisme, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.
Sampai sekarang belum ada penelitian lebih lanjut mengenai penyakit kuning dan kehilangan berat badan bayi karena tindakan Lotus birth.
Penghormatan terhadap plasenta di berbagai budaya
Beda bangsa, daerah dan suku beda pula penanganannya terhadap keberadaan ari-ari atau plasenta yang hadir ketika persalinan terjadi. Dalam dunia pengobatan barat, plasenta dianggap tidak lebih dari sekedar buangan rumah sakit, tapi mengakui adanya penanganan khusus yang diberlakukan di berbagai belahan dunia.
Diantara suku Navajo Indian barat daya, menjadi suatu kebiasaan untuk menguburkan plasenta bayi di keempat sudut kuburan keluarga yang dianggap mulia, sebagai suatu pengikat tanah leluhur dan masyarakat . Sementara suku Maori di Selandia Baru memiliki tradisi yang sama yaitu menguburkan plasenta di tanah yang masih belum tercemar. Dalam bahasa asli Maori kata untuk tanah dan plasenta tersebut adalah :whenua (baca: venua).
Suku pedalaman Bolivian Aymara dan Queche meyakini bahwa plasenta memiliki spirit tersendiri. Karenanya seorang suami harus memperlakukan plasenta tersebut dengan mencuci dan menguburkannya pada tempat yang terlindung dan tersembunyi. Jika ritual tersebut tidak dilakukan secara benar, keyakinan mereka adalah ibu atau bayi akan menjadi sakit atau bahkan mati.
Suku Ibo di Negiria dan Ghana memperlakukan plasenta sebagai kembaran dari bayi yang hidup, sementara plasenta tersebut adalah kembaran yang mati. Sehingga harus dikuburkan dengan ritual tertentu. Lain lagi di Filipina, plasenta dikuburkan dengan berbagai macam buku oleh ibunya. Ini suatu pengharapan bahwa kelak bayinya akan tumbuh menjadi anak yang pintar . Kondisi Filipina ternyata tidak berbeda jauh dengan beberapa masyarakat yang ada di Indonesia, dimana mereka menguburkan plasenta dilengkapi dengan buku, pensil dengan maksud agar kelak anak yang dilahirkan tersebut menjadi anak yang pintar.
Ironis lagi di Vietnam dan China plasenta disiapkan untuk dikonsumsi oleh ibu yang habis melahirkan. Masyarakat china dan Vietnam mempercayai, bahwa ibu yang baru melahirkan seharusnya merebus sendiri plasenta bayinya, kemudian dijadikan kaldu dan meminumnya untuk memperbaiki kualitas ASI nya.
Sementara di nusantara Indonesia, Ari-ari atau plasenta sering dianggap sebagai saudara bayi yang memeliharanya selama kehamilan berlangsung, bahkan tidak jarang plasenta mendapat perhatian khusus sesuai dengan adat kebiasaaan masyarakat yang berlaku. Sebagian masyarakat memperlakukan plasenta (ari-ari) dengan tatalaksana khusus, sebagai ungkapan terimakasih karena telah memelihara bayi sampai cukup bulan serta lahir ke dunia.
Perlakuan masyarakat Bali (beragama Hindu) terhadap ari-ari.
1. Setelah dibersihkan dimasukkan ke dalam kelapa yang telah di belah, sebagai lambang dunia dan isinya.
2. Diisi duri-duri, sehingga terhindar dari gangguan, ditambahkan rempah-rempah, dan diberi wewangian agar harum dan tidak berbau.
3. Di bungkus kain putih dan di tanam di depan rumah; sebelah kanan untuk laki-laki, sedangkan sebelah kiri untuk perempuan.
4. Selama 42 hari selalu di pasang lilin (malam hari), setiap hari ari-ari tersebut diberikan susu juga.
Perlakuan masyarakat Jawa terhadap ari-ari
1. Setelah ari-ari dibersihkan dimasukkan ke dalam kendi.
2. Di dalam kendi disertakan tulisan jawa/Abjad agar kelak nantinya bayi tersebut pandai.
3. Diberikan anget-anget dan duri sehingga pandangannya tajam.
4. Selanjutnya di tanam di depan rumah untuk bayi laki-laki selama 42 hari, dan di belakang rumah selama 36 hari untuk bayi perempuan.
5. Sebagian ada yang membuangnya ke sungai , sehingga bayi ini akan suka merantau.
Perlakuan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap ari-ari
1. Ditaruh sekitar 3 bulan di atas perapian sampai kering.
2. Selanjutnya di tanam di sertai doa dan alat-tulis.
Beda bangsa, daerah dan suku beda pula penanganannya terhadap keberadaan ari-ari atau plasenta yang hadir ketika persalinan terjadi. Dalam dunia pengobatan barat, plasenta dianggap tidak lebih dari sekedar buangan rumah sakit, tapi mengakui adanya penanganan khusus yang diberlakukan di berbagai belahan dunia.
Diantara suku Navajo Indian barat daya, menjadi suatu kebiasaan untuk menguburkan plasenta bayi di keempat sudut kuburan keluarga yang dianggap mulia, sebagai suatu pengikat tanah leluhur dan masyarakat . Sementara suku Maori di Selandia Baru memiliki tradisi yang sama yaitu menguburkan plasenta di tanah yang masih belum tercemar. Dalam bahasa asli Maori kata untuk tanah dan plasenta tersebut adalah :whenua (baca: venua).
Suku pedalaman Bolivian Aymara dan Queche meyakini bahwa plasenta memiliki spirit tersendiri. Karenanya seorang suami harus memperlakukan plasenta tersebut dengan mencuci dan menguburkannya pada tempat yang terlindung dan tersembunyi. Jika ritual tersebut tidak dilakukan secara benar, keyakinan mereka adalah ibu atau bayi akan menjadi sakit atau bahkan mati.
Suku Ibo di Negiria dan Ghana memperlakukan plasenta sebagai kembaran dari bayi yang hidup, sementara plasenta tersebut adalah kembaran yang mati. Sehingga harus dikuburkan dengan ritual tertentu. Lain lagi di Filipina, plasenta dikuburkan dengan berbagai macam buku oleh ibunya. Ini suatu pengharapan bahwa kelak bayinya akan tumbuh menjadi anak yang pintar . Kondisi Filipina ternyata tidak berbeda jauh dengan beberapa masyarakat yang ada di Indonesia, dimana mereka menguburkan plasenta dilengkapi dengan buku, pensil dengan maksud agar kelak anak yang dilahirkan tersebut menjadi anak yang pintar.
Ironis lagi di Vietnam dan China plasenta disiapkan untuk dikonsumsi oleh ibu yang habis melahirkan. Masyarakat china dan Vietnam mempercayai, bahwa ibu yang baru melahirkan seharusnya merebus sendiri plasenta bayinya, kemudian dijadikan kaldu dan meminumnya untuk memperbaiki kualitas ASI nya.
Sementara di nusantara Indonesia, Ari-ari atau plasenta sering dianggap sebagai saudara bayi yang memeliharanya selama kehamilan berlangsung, bahkan tidak jarang plasenta mendapat perhatian khusus sesuai dengan adat kebiasaaan masyarakat yang berlaku. Sebagian masyarakat memperlakukan plasenta (ari-ari) dengan tatalaksana khusus, sebagai ungkapan terimakasih karena telah memelihara bayi sampai cukup bulan serta lahir ke dunia.
Perlakuan masyarakat Bali (beragama Hindu) terhadap ari-ari.
1. Setelah dibersihkan dimasukkan ke dalam kelapa yang telah di belah, sebagai lambang dunia dan isinya.
2. Diisi duri-duri, sehingga terhindar dari gangguan, ditambahkan rempah-rempah, dan diberi wewangian agar harum dan tidak berbau.
3. Di bungkus kain putih dan di tanam di depan rumah; sebelah kanan untuk laki-laki, sedangkan sebelah kiri untuk perempuan.
4. Selama 42 hari selalu di pasang lilin (malam hari), setiap hari ari-ari tersebut diberikan susu juga.
Perlakuan masyarakat Jawa terhadap ari-ari
1. Setelah ari-ari dibersihkan dimasukkan ke dalam kendi.
2. Di dalam kendi disertakan tulisan jawa/Abjad agar kelak nantinya bayi tersebut pandai.
3. Diberikan anget-anget dan duri sehingga pandangannya tajam.
4. Selanjutnya di tanam di depan rumah untuk bayi laki-laki selama 42 hari, dan di belakang rumah selama 36 hari untuk bayi perempuan.
5. Sebagian ada yang membuangnya ke sungai , sehingga bayi ini akan suka merantau.
Perlakuan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap ari-ari
1. Ditaruh sekitar 3 bulan di atas perapian sampai kering.
2. Selanjutnya di tanam di sertai doa dan alat-tulis.
Alasan mengapa Lotus Birth dipilih:
Setiap ibu memiliki alasan sendiri. Berikut ini adalah beberapa alasan ibu untuk memilih Lotus Birth:
Setiap ibu memiliki alasan sendiri. Berikut ini adalah beberapa alasan ibu untuk memilih Lotus Birth:
Ibu dan keluarga tidak ingin memisahkan plasenta dari bayi
dengan cara memotong tali pusat.
Supaya proses transisi bayi terjadi secara lembut dan damai,
yang memungkinkan penolong persalinan untuk memotong tali pusat pada waktu yang
tepat.
Penghormatan terhadap bayi dan plasenta.
Asumsi ibu bahwa dapat menjamin bayi mendapatkan volume
darah optimal dan spesifik yang diperlukan bagi bayi.
Mendorong ibu untuk menenangkan diri pada minggu pertama
postpartum sebagai masa pemulihan sehingga bayi mendapat perhatian penuh.
Mengurangi angka kesakitan bayi akibat infeksi nosokomial
dari pengunjung yang ingin bertemu bayi. Sebagian besar pengunjung akan lebih
memilih untuk menunggu hingga plasenta telah lepas.
Alasan rohani atau emosional.
Tradisi budaya yang harus dilakukan.
9.Tidak khawatir tentang bagaimana mengklem, memotong atau
mengikat tali pusat.
10.Kemungkinan menurunkan risiko infeksi (Lotus Birth
memastikan sistem tertutup antara plasenta, tali pusat, dan bayi sehingga tidak
ada luka terbuka)
11.Kemungkinan menurunkan waktu penyembuhan luka pada perut
(adanya luka membutuhkan waktu untuk penyembuhan.sedangkan jika tidak ada luka,
waktu penyembuhan akan minimal)
Manfaat dilakukannya Lotus Birth diantaranya :
1.Tali pusat dibiarkan sehingga memungkinkan terjadinya perpanjangan aliran darah ibu ke janin.
2.Oksigen vital yang melalui tali pusat dapat sampai ke bayi sebelum bayi benar-benar dapat mulai bernafas sendiri.
3.Lotus Birth juga memungkinkan bayi cepat untuk menangis segera setelah lahir.
4.Bayi tetap berada dekat ibu setelah kelahiran sehingga memungkinkan terjadinya waktu yang lebih lama untuk bounding attachment.
Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk terlepasnya tali pusatbila tali pusat dipotong segera, 9,56 hari, ketika berhenti berdenyut 7,16 hari, dan dibiarkan 3,75 hari.
Langkah dilakukannya Lotus Birth
Beberapa hal yang dilakukan dalam Lotus Birth diantaranya :
Bila bayi lahir, biarkan tali pusat utuh. Jika tali pusat
berada sekitar leher bayi, cukup angkat tali tersebut.
Tunggu lahirnya plasenta secara alami.
Ketika plasenta lahir, tempatkan pada mangkuk di dekat ibu..
Tunggu transfusi penuh darah dari pusat ke bayi sebelum
menangani plasenta.
Hati-hati dalam mencuci plasenta yaitu dengan menggunakan
air hangat dan tepuk-tepuk sampai kering.
Tempatkan plasenta di tempat yang kering.
Letakkan plasenta pada bahan yang menyerap seperti sebuah
popok atau kain kemudian letakkan dalam tas plasenta.. 8.Gendong bayi dan beri
makan sesuai kebutuhannya.
Pakaikan bayi menggunakan pakaian yang longgar.
bayi dapat dimandikan seperti biasa, biarkan plasenta
bersamanya.
Meminimalisir pergerakan bayi.
Metode Kangguru untuk Bayi BBLR
Metode Kangguru untuk Bayi BBLR
Setiap tahun, diperkirakan sekitar
20 juta bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR). Sebagian besar penyebab
BBLR di negara berkembang adalah gangguan pertumbuhan intrauterin (dalam
rahim). Intervensi yang efektif masih sangat terbatas akibat terbatasnya jumlah
fasilitas dan tenaga yang terampil. Akibatnya angka morbiditas dan mortalitas
bayi BBLR menjadi tinggi.
Perawatan metode kangguru (PMK)
merupakan salah satu cara yang sederhana dan terbukti efektif untuk memenuhi
sebagian besar kebutuhan dasar bayi, antara lain kehangatan, ASI, perlindungan
infeksi, dan stimulasi.
PMKadalahasuhankontakkulitdengankulit,
yang jugadisebut “perawatanmetodekanguru”, merupakanbentukinteraksi orang
tuadenganbayinya,
dimanaibumenggendongbayinyadengankontakkulitdengankulitpadaposisivertikal,
kepala di antarapayudaranyaselama 20 menitataulebih.
PMK dapat membantu pertumbuhan bayi
prematur dan dianjurkan untuk bayi dengan BBLR, yaitu berat lahir di bawah
2.500 gram.PMK ditemukan sejak tahun 1983 dan bermanfaat untuk merawat bayi
BBLR, baik itu selama perawatan di rumah sakit maupun di rumah.
PMK mampu memberikan kebutuhan asasi
bayi BBLR, caranya melalui penyediaan situasi dan kondisi yang mirip dengan
rahim ibu, sehingga memberikan peluang untuk beradaptasi lebih baik dengan
dunia luar. PMK juga lebih disenangi bayi dan bermanfaat karena dapat
memberikan rasa aman, nyaman, menguatkan insting bayi dengan merasakan detak
jantung ibunya lalu mencari-cari sendiri putingnya.
Keuntungan dari perawatan bayi BBLR
dengan menggunakan PMK ini, di antaranya adalah menstabilkan suhu
tubuh, denyut jantung, dan pernapasan bayi serta meningkatkan hubungan emosi
ibu-anak, meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi lebih baik lagi .
Kemudian bayi menjadi tidak berlama-lama menangis, memperbaiki keadaan emosi
ibu dan bayi, meningkatkan produksi ASI, menurunkan resiko infeksi selama dalam
perawatan di rumah sakit dan mempersingkat masa rawat di rumah sakit.
Berikut ini langkah-langkah dalam
melakukan PMK, yaitu
pertama berikan bayi kita pakaian, topi,
popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan terlebih dahulu.
Kedua, letakkan bayi di dada kita, dengan
posisi tegak dan bersentuhan langsung dengan kulit kita. Pastikan kepala bayi
sudah terfiksasi pada dada kita. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai
tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada kita dengan kepala agak
sedikit mendongak. Kita juga dapat mengenakan baju dengan ukuran besar sehingga
posisi bayi bisa diletakkan di antara payudara lalu baju ditangkupkan. Kenakan
selendang yang dililitkan di perut kita agar bayi tidak terjatuh.
Ketiga, jika baju tidak dapat menyokong
bayi, kita dapat menggunakan handuk atau kain lebar yang elastis atau kantong
yang khusus dibuat untuk menjaga tubuh bayi.
Empat, selama melakukan metode kangguru
ini, kita masih dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bergerak bebas walaupun
berdiri, duduk, berjalan, makan dan mengobrol. Namun pastikan, saat tidur,
posisi kita setengah duduk atau meletakkan beberapa bantal di belakang
punggung. Lima, jika kita lelah, metode ini dapat dilakukan juga
oleh ayah atau orang lain. Dan keenam, perhatikan persiapan sang ibu, bayi,
posisi bayi, pemantauan bayi, cara pemberian ASI, dan kebersihan ibu juga
bayinya.
Selama bayi cukup mendapat ASI
danberada dalam dekapan ibu, biasanya suhu akan mudah dipertahankan antara 36,5-37,5°C.
Walaupun demikian, pemantauan suhu ketiak bayi perlu dilakukan setiap 6 jam
selama 3 hari pertama PMK dimulai.
Selanjutnya pengukuran dilakukan 2
kali sehari. Selain suhu, ibu perlu memantau pernapasan bayi. Pernapasan normal
bayi premature berkisar 40-60 kali per menit dan kadang dapat disertai periode
apnu (tidak bernapas).
Beberapa tanda bahaya adalah
a. bayi sulit bernapas,
b. merintih,
c. bernapas sangat cepat atau sangat lambat,
d .berhenti napas yang sering dan lama (>20 detik
e .bayi terasa dingin walau sudah dihangatkan,
f. sulit minum,
muntah-muntah,
g .kejang,
h.diare,
atau
i. kulit menjadi kuning.
Bila menjumpai tanda-tanda diatas,
segeralah mencari pertolongan pada tenaga kesehatan.
PMK idealnya dilakukan 24 jam
sehari, tetapi pada permulaan dapat dilakukan bertahap dari minimal 60 menit,
kemudian ditingkatkan sampai terus-menerus, siang dan malam, diselahanya untuk
mengganti popok. Ibu dapat tetap melakukan pekerjaan sehari-hari seperti
berdiri, duduk, memasak, jalan-jalan, bahkanbekerja.Waktu tidur pun ibu dapat
berbaring atausetengah duduk sambil tetap mempertahankan posisi kanguru.
Ibu dapat beraktivitas dengan bebas,
dapat bebas bergerak walau berdiri ,duduk , jalan, makan danme ngobrol. Pada
waktu tidur ,posisi ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan beberapa
bantal di belakang punggung ibu.. Bila ibu perlu istirahat ,dapat digantikan
oleh ayah atau orang lain. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan
ibu,bayi, posisibayi , pemantauan bayi , cara pamberian asi , dan kebersihan
ibu-bayi.
Terdapat beberapa kriteria bayi yang dapat
dilakukan PMK, yaitu bayi dengan berat badan di bawah 2.000-2.500 gram, tidak
ada kelainan atau penyakit yang menyertai, refleks dan kordinasi isap dan
menelan yang baik, perkembangan selama di inkubatorbaik dan kesiapan dan keikut
sertaan orang tua, sangat mendukung dalam keberhasilan.
Langganan:
Komentar (Atom)
