Selasa, 06 Oktober 2015

MIE BAYAM MERAH UNTUK MENCEGAH ANEMIA AKIBAT DEFISIENSI ZAT BESI



MIE BAYAM MERAH UNTUK MENINGKATKAN
KADAR ZAT BESI DAN SERAT

                                                                                                                                                        I.            PENDAHULUAN

Bayam merah (Celosia argentea) merupakan tumbuhan dari keluarga Amaranthacea. Nama saintifiknya adalah Amaranthacea Gangeticus dan nama Inggrisnya Red Spinach. Di Jawa tanaman ini dinamai bayem abrit, bayem lemag atau bayem sekul.
Kandungan
Tanaman ini banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin dan vitamin (A, B dan C). Secara umum tanaman ini dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Akar bayam merah memiliki khasiat sebagai obat untuk disentri.
Fungsi Sebagai Obat
Bayam digunakan untuk membantu melancarkan proses buang air besar karena kandungan seratnya cukup banyak. Makanan berserat seperti bayam, baik bagi penderita kanker usus besar, kencing manis, kolesterol tinggi dan untuk menurunkan berat badan, dapat meningkatkan kerja ginjal dan bisa bersihkan darah sehabis bersalin, dan untuk mencegah Anemia.
Anemia gizi sangat umum dijumpai di Indonesia. Dari segi kesehatan masyarakat, anemia gizi terutama disebabkan karena kekurangan zat besi, sehingga anemia gizi sering disebut sebagai anemia kurang besi (Husaini, 1989). Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia  pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain.
Badan kesehatan Dunia (WHO) dalam Amiruidin (2007) melaporkan bahwa anemia zat besi lebih cenderung terjadi dinegara yang sedang berkembang dari pada di negara maju. Diperkirakan + 1400 juta jiwa (36%) dari populasi 3.800 juta jiwa di negara berkembang menderita anemia akibat defisiensi zat besi, sedangkan di negara maju hanya 8% (+100 juta) jiwa dari populasi 1.200 juta jiwa.
Prevalensi anemia defisiensi zat besi ini dapat membawa akibat negatif seperti rendahnya kemampuan jasmani dan produktivitas kerja, rendahnya kemampuan intelektual dan rendahnya kekebalan tubuh yang berarti dapat menyebabkan turunnya kualitas sumber daya manusia.
Secara ideal untuk mengatasi masalah tersebut diatas adalah dengan suplementasi atau pemberian preparat besi dalam bentuk sirup atau piul sebagai obat, namun program ini masih dirasakan kurang efektif terutama karena masalah distribusi (Husaini,1989).
Bayam terkenal dengan sayuran sumber zat besi, selain mengandung vitamin A, Vitamin C, dan kalsium (Smith, 2002). Lebih lanjut dikatakan ada dua jenis bayam yaitu bayam hijau dan bayam merah. Namun berdasarkan kandungan zat besi yang terkandung, bayam merah lebih kaya akan zat besi  (7 mg/100g).
Indonesia sangat kaya akan potensi termasuk produksi bayam yang terus meningkat setiap tahunnya yaitu 149.435-163.817 ton pada periode 2008-2010 (Kementrian Pertanian RI, 2010).
Solusi yang Ditawarkan
Diperlukan suatu alternatif dalam pengolahan bayam merah agar masyarakat bisa mengkonsumsinya dalam bentuk yang lain. Salah satu makanan yang disukai dan sering dijumpai di masyarakat dengan harga terjangkau adalah mie. Namun, pembuatan mie selama ini banyak memakai bahan pewarna dan bahan pengawet seperti natrium benjoate ( Winarno2002 )
Menurut Subijakto ( 2010 )  masyarakat Indonesia mengkonsumsi mie tanpa penambahan bahan makanan lain, bahkan ada yang menggunakan mie sebagai lauk atau sayur berkuah yang digunakan sebagai temen nasi dalam konsumsi sehari-hari. Padahal mie memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang cukup rendah , bahkan mie tidak mengandung serat makanan yang baik untuk kesehatan pencernaan ( Purnawijayanti,2009) oleh  karena itu penulis sangat tertarik untuk menambahkan bayam merah kedalam pengolahan mie agar dapat digunakan sebagai alternatif dalam pencegahan anemia defisiensi zat besi dan serat, karena kandungan zat besi dan serat dalam bayam merah cukup tinggi. Penambahan bayam merah 40% pada bahan dasar mie akan meningkatkan kadar zat besi dalam mie sebesar 4,97 mg, sedangkan kadar serat pada komposisi seperti di atas akan meningkatkan kadar serat sebesar 1,613 gram ( I Komang suwita dkk 2011)
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah memberikan solusi untuk mencegah terjadinya anemia zat besi di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kerja jasmani dan produktifitas kerja serta meningkatkan kemampuan intelektual dan kekebalan tubuh sehingga dapat menurunkan angka kesakitan yang pada akhirnya dapat meningkatnya sumber daya manusia Indonesia.





















                                                                                                                                                II.            TELAAH PUSTAKA
2.1.Pengertian
2.1.1.      Bayam
Bayam berasal dari Amerika tropik. Hingga sekarang, tumbuhan ini sudah tersebar di daerah tropis dan subtropis seluruh dunia. Di Indonesia, bayam dapat tumbuh sepanjang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5 – 2 m dpl, tumbuh didaerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas.
2.1.2. Mie
Mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.

2.2.  Klasifikasi
2.2.1.  Bayam
Jenis Bayam :
a.       Bayam yang biasa dikonsumsi sebagai sayuran dikenal dengan bayam cabutan (bayam sekul) terdapat 3 varietas bayam yang termasuk kedalam Amaranthustricolor, yaitu:
Bayam hijau biasa, bayam merah (blitum rubum) yang berwarna hijau keputih-putihan.
b.      Daun dan batang bayam merah mengandung cairan warna merah. Selain A. Tricolor terdapat bayam jenis lain.
Bayam kakap (A. Hybridus) bayam duri (A. Spinosus) dan bayam kotok/bayam tanah (A Blitum). Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah A. Tricocor dan A. Hybridus sedangkan jenis bayam lainnya tumbuh liar.
2.2.2.  Mie
Mie dapat dikelompokkan ke dalam jenis:
a.       Cellophane noodles, dikenal dengan sebutan soun. Soun dibuat dari campuran tepung kentang dan tepung kacang hijau. Mie jenis ini teksturnya sangat lunak, cocok untuk olahan sup, soun goreng atau untuk isi pastel. Soun dijual dalam bentuk kering, penggunaannya memerlukan perendaman terlebih dahulu di dalam air panas sampai lembut untuk siap diolah menjadi berbagai macam masakan.
b.      Mie telur, mie ini terbuat dari tepung terigu jenis hard wheat dan diperkaya dengan telur. Mie telur biasanya dijual dalam kondisi kering dengan bentuk bulat maupun pipih.
c.        Hokkien Noodles, sering disebut dengan mie hong kong. Bentuknya menyerupai mie telur bulat dan halus. Biasanya dijual dalam kondisi basah dalam kemasan kedap udara. Mie ini sangat cocok untuk dibuat mie goreng atau mie rebus.  
d.      Ramen, dikenal dengan sebutan mie keriting cina. Ramen dijual dalam kondisi kering dalam kemasan mie instan, sangat cocok diolah sebagai mie goreng atau mie kuah.
e.       Rice stick noodles, di Indonesia lebih populer dengan sebutan kwetiau. Mie ini dibuat dari tepung beras dan air, di pasaran dapat kita jumpai dalam bentuk kering dan basah. Kwetiau sangat cocok untuk dibuat kwetiau goreng maupun kuah.
f.        Soba noodles, yang terkenal dengan sebutan mie Jepang ini, bentuknya hampir sama seperti mie somen. Mie ini berwarna hijau tua karena mengandung sari teh hijau. Soba noodles biasanya dijual dalam bentuk kering. Sangat cocok jika digunakan untuk hidangan mie kuah.
g.       Rice Vermicelli, mie ini sangat populer di Indonesia, kebanyakan orang mengenalnya sebagai bihun. Bihun terbuat dari tepung beras, warnanya putih bersih, dan teksturnya sangat lembut. Mie ini sangat mudah matang, jadi tidak perlu direbus, direndam dalam air panas sudah cukup. Biasanya dijual dalam bentuk kering dalam kemasan plastik. Cocok digunakan sebagai isi sup dan bihun goreng. 
h.       Mie shoa, mie asal Cina. Mie shoa terbuat dari tepung beras, berwarna putih terang dan sangat mudah matang, dapat digunakan langsung di dalam masakan seperti sup atau sebagai snack seperti mie shoa goreng.

























                                                                                               III.            CARA PENGOLAHAN MIE BAYAM MERAH

3.1.  Bahan-bahan
300 gram
Tepung Terigu Protein Tinggi
3 buah
Telur Ayam
120 gram
Daun bayam merah
1 sendok teh
Garam
1 sendok makan
Minyak Goreng
secukupnya
Tepung Terigu untuk taburan


3.2.  Langkah-Langkah Pembuatan Mie Bayam Merah
1.      Cuci daun bayam merah di air mengalir
2.      Blender bayam merah
3.      Campur rata tepung dengan bayam merah yang sudah diu blendir serta tambahkan 1 sdt garam
4.      Masukkan telur dan minyak ke dalam tepung kemudian uleni hingga lembut dan adonan mengkilat
5.      Bungkus adonan dengan serbet makan. Biarkan dalam suhu kamar selama 30 menit.
6.      Bagi adonan menjadi 4 bagian. Buat adonan menjadi pipih dengan mesin pembuat mie lubang tingkat 1 (paling besar).
7.      Tekuk adonan seperti dalam gambar
8.      Pipihkan adonan dengan arah bukaan disebelah atas-bawah
9.      Lakukan berulang hingga adonan lembut dan rata.
10.  Setalah adonan di tingkat 1 halus dan rata, pipihkan adonan berturut-turut pada tingkat ke 2, 3, 4 atau kalau mau lebih tipis lagi hingga tingkat 5.
11.  Adonan mie yang sudah dipipihkan dengan mesin mie tingkat ke 5
12.  Adonan pipih di letakkan pada serbet makan yang sudah ditaburi tapung terigu. Biarkan adonan pipih ini kering kurleb 30 menit. Saat menunggu kerjakan 3 buah adonan lain seperti langkah sebelumnya.
13.  Potong adonan pipih dengan cetakan mie. taburi mie dengan sedikit tepung terigu. Biarkan mie kering selama 30 menit.
14.  Didihkan air yang sudah diberi garam. Rebus mie homemade ini selama 3 menit. Mie ini siap di sajikan untuk mie ayam, mie goreng dan sebagainya.




                                                                                                                              IV.            KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.   Kesimpulan
4.1.1. Kadar zat besi mie dengan penambahan bayam merah menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan bayam merah,  maka kadar zat besi dalam mie semakin meningkat, porsi penyajian mie bayam merah adalah seberat 85 gram ( dalam bentuk mie kering ) sehingga setiap kali penyajian dapat menyumbang kebutuhan zat besi berkisar antara 3,4 – 4,2 mg atau 13,1-16,2 % dari kecukupan zat besi yang dianjurkan
4.1.2. Kadar serat mie dengan penambahan bayam merah menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan bayam merah,  maka kadar serat mie semakin meningkat. Hal tersebut disebabkan karena bayam termasuk sayuran berserat tinggi, sehingga penambahan bayam merah yang lebih banyak membuat kadar serat juga semakin meningkat
4.2.   Saran
Kita harus melestarikan dan memanfaatkan apa yang di alam sekitar kita dengan cara-cara kreatif dan inovatif agar kekayaan tersebut tidak terlantar dan terbuang percuma. Berinovasi dengan menciptakan sesuatu yang baru dan masih jarang orang mengetahui serta memanfaatkan bayam merah dapat membantu perekonomian dan dapat meningkat derajat kesehatan masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.