MIE
BAYAM MERAH UNTUK MENINGKATKAN
KADAR
ZAT BESI DAN SERAT
I.
PENDAHULUAN
Bayam merah
(Celosia argentea) merupakan tumbuhan
dari keluarga Amaranthacea. Nama saintifiknya adalah Amaranthacea Gangeticus
dan nama Inggrisnya Red Spinach. Di Jawa tanaman ini dinamai bayem abrit, bayem
lemag atau bayem sekul.
Kandungan
Tanaman ini banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat
besi, amarantin, rutin, purin dan vitamin (A, B dan C). Secara umum tanaman ini
dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Akar bayam merah
memiliki khasiat sebagai obat untuk disentri.
Fungsi Sebagai Obat
Bayam digunakan untuk membantu melancarkan proses buang air besar karena
kandungan seratnya cukup banyak. Makanan berserat seperti bayam, baik bagi penderita
kanker usus besar, kencing manis, kolesterol tinggi dan untuk menurunkan berat
badan, dapat meningkatkan kerja ginjal dan bisa bersihkan darah sehabis
bersalin, dan untuk mencegah Anemia.
Anemia gizi sangat umum dijumpai di Indonesia. Dari segi kesehatan
masyarakat, anemia gizi terutama disebabkan karena kekurangan zat besi,
sehingga anemia gizi sering disebut sebagai anemia kurang besi (Husaini, 1989).
Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi
zat gizi lain.
Badan kesehatan Dunia (WHO) dalam Amiruidin (2007) melaporkan bahwa
anemia zat besi lebih cenderung terjadi dinegara yang sedang berkembang dari
pada di negara maju. Diperkirakan + 1400 juta jiwa (36%) dari populasi 3.800 juta
jiwa di negara berkembang menderita anemia akibat defisiensi zat besi,
sedangkan di negara maju hanya 8% (+100 juta) jiwa dari populasi 1.200 juta
jiwa.
Prevalensi anemia defisiensi zat besi ini dapat membawa akibat negatif
seperti rendahnya kemampuan jasmani dan produktivitas kerja, rendahnya
kemampuan intelektual dan rendahnya kekebalan tubuh yang berarti dapat
menyebabkan turunnya kualitas sumber daya manusia.
Secara ideal untuk mengatasi masalah tersebut diatas adalah dengan
suplementasi atau pemberian preparat besi dalam bentuk sirup atau piul sebagai
obat, namun program ini masih dirasakan kurang efektif terutama karena masalah
distribusi (Husaini,1989).
Bayam terkenal dengan sayuran sumber zat besi, selain mengandung vitamin
A, Vitamin C, dan kalsium (Smith, 2002). Lebih lanjut dikatakan ada dua jenis
bayam yaitu bayam hijau dan bayam merah. Namun berdasarkan kandungan zat besi
yang terkandung, bayam merah lebih kaya akan zat besi (7 mg/100g).
Indonesia sangat kaya akan potensi termasuk produksi bayam yang terus
meningkat setiap tahunnya yaitu 149.435-163.817 ton pada periode 2008-2010
(Kementrian Pertanian RI, 2010).
Solusi yang Ditawarkan
Diperlukan suatu alternatif dalam pengolahan bayam merah agar masyarakat
bisa mengkonsumsinya dalam bentuk yang lain. Salah satu makanan yang disukai
dan sering dijumpai di masyarakat dengan harga terjangkau adalah mie. Namun,
pembuatan mie selama ini banyak memakai bahan pewarna dan bahan pengawet
seperti natrium benjoate (
Winarno2002 )
Menurut Subijakto ( 2010 )
masyarakat Indonesia mengkonsumsi mie tanpa penambahan bahan makanan
lain, bahkan ada yang menggunakan mie sebagai lauk atau sayur berkuah yang
digunakan sebagai temen nasi dalam konsumsi sehari-hari. Padahal mie memiliki
kandungan protein, vitamin, dan mineral yang cukup rendah , bahkan mie tidak
mengandung serat makanan yang baik untuk kesehatan pencernaan (
Purnawijayanti,2009) oleh karena itu
penulis sangat tertarik untuk menambahkan bayam merah kedalam pengolahan mie
agar dapat digunakan sebagai alternatif dalam pencegahan anemia defisiensi zat
besi dan serat, karena kandungan zat besi dan serat dalam bayam merah cukup
tinggi. Penambahan bayam merah 40% pada bahan dasar mie akan meningkatkan kadar
zat besi dalam mie sebesar 4,97 mg, sedangkan kadar serat pada komposisi
seperti di atas akan meningkatkan kadar serat sebesar 1,613 gram ( I Komang
suwita dkk 2011)
Tujuan
Penulisan
Tujuan
penulisan ini adalah memberikan solusi untuk mencegah terjadinya anemia zat
besi di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kerja jasmani dan
produktifitas kerja serta meningkatkan kemampuan intelektual dan kekebalan
tubuh sehingga dapat menurunkan angka kesakitan yang pada akhirnya dapat
meningkatnya sumber daya manusia Indonesia.
II.
TELAAH
PUSTAKA
2.1.Pengertian
2.1.1. Bayam
Bayam berasal dari Amerika tropik. Hingga sekarang, tumbuhan ini sudah
tersebar di daerah tropis dan subtropis seluruh dunia. Di Indonesia, bayam
dapat tumbuh sepanjang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5 – 2 m dpl, tumbuh
didaerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih subur di dataran rendah pada
lahan terbuka yang udaranya agak panas.
2.1.2. Mie
Mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung,
dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi
kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia,
Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun
tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan
220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun
ditemukan di Qinghai, Tiongkok.
2.2. Klasifikasi
2.2.1. Bayam
Jenis Bayam :
a.
Bayam yang biasa dikonsumsi
sebagai sayuran dikenal dengan bayam cabutan (bayam sekul) terdapat 3 varietas
bayam yang termasuk kedalam Amaranthustricolor, yaitu:
Bayam hijau biasa, bayam merah (blitum rubum) yang berwarna hijau keputih-putihan.
Bayam hijau biasa, bayam merah (blitum rubum) yang berwarna hijau keputih-putihan.
b.
Daun dan batang bayam merah
mengandung cairan warna merah. Selain A. Tricolor terdapat bayam jenis lain.
Bayam kakap (A. Hybridus) bayam duri (A. Spinosus) dan bayam kotok/bayam
tanah (A Blitum). Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah A. Tricocor dan
A. Hybridus sedangkan jenis bayam lainnya tumbuh liar.
2.2.2. Mie
Mie dapat dikelompokkan ke dalam jenis:
a.
Cellophane noodles, dikenal
dengan sebutan soun. Soun dibuat dari campuran tepung kentang dan tepung kacang
hijau. Mie jenis ini teksturnya sangat lunak, cocok untuk olahan sup, soun
goreng atau untuk isi pastel. Soun dijual dalam bentuk kering, penggunaannya
memerlukan perendaman terlebih dahulu di dalam air panas sampai lembut untuk
siap diolah menjadi berbagai macam masakan.
b.
Mie telur, mie ini
terbuat dari tepung terigu jenis hard wheat dan diperkaya dengan telur. Mie
telur biasanya dijual dalam kondisi kering dengan bentuk bulat maupun pipih.
c.
Hokkien Noodles,
sering disebut dengan mie hong kong. Bentuknya menyerupai mie telur bulat dan
halus. Biasanya dijual dalam kondisi basah dalam kemasan kedap udara. Mie ini
sangat cocok untuk dibuat mie goreng atau mie rebus.
d.
Ramen, dikenal dengan
sebutan mie keriting cina. Ramen dijual dalam kondisi kering dalam kemasan mie
instan, sangat cocok diolah sebagai mie goreng atau mie kuah.
e.
Rice stick noodles, di
Indonesia lebih populer dengan sebutan kwetiau. Mie ini dibuat dari tepung
beras dan air, di pasaran dapat kita jumpai dalam bentuk kering dan basah.
Kwetiau sangat cocok untuk dibuat kwetiau goreng maupun kuah.
f.
Soba noodles, yang
terkenal dengan sebutan mie Jepang ini, bentuknya hampir sama seperti mie
somen. Mie ini berwarna hijau tua karena mengandung sari teh hijau. Soba
noodles biasanya dijual dalam bentuk kering. Sangat cocok jika digunakan untuk
hidangan mie kuah.
g.
Rice Vermicelli, mie
ini sangat populer di Indonesia, kebanyakan orang mengenalnya sebagai bihun.
Bihun terbuat dari tepung beras, warnanya putih bersih, dan teksturnya sangat
lembut. Mie ini sangat mudah matang, jadi tidak perlu direbus, direndam dalam
air panas sudah cukup. Biasanya dijual dalam bentuk kering dalam kemasan
plastik. Cocok digunakan sebagai isi sup dan bihun goreng.
h.
Mie shoa, mie asal Cina. Mie
shoa terbuat dari tepung beras, berwarna putih terang dan sangat mudah matang,
dapat digunakan langsung di dalam masakan seperti sup atau sebagai snack
seperti mie shoa goreng.
III.
CARA
PENGOLAHAN MIE BAYAM MERAH
3.1. Bahan-bahan
|
300 gram
|
Tepung
Terigu Protein Tinggi
|
|
3 buah
|
Telur Ayam
|
|
120 gram
|
Daun bayam
merah
|
|
1 sendok
teh
|
Garam
|
|
1 sendok
makan
|
Minyak
Goreng
|
|
secukupnya
|
Tepung
Terigu untuk taburan
|
3.2. Langkah-Langkah
Pembuatan Mie Bayam Merah
1.
Cuci daun bayam merah di air mengalir
2.
Blender bayam merah
3.
Campur rata tepung dengan bayam merah yang sudah diu
blendir serta tambahkan 1 sdt garam
4.
Masukkan telur dan minyak ke dalam tepung kemudian
uleni hingga lembut dan adonan mengkilat
5.
Bungkus adonan dengan serbet makan. Biarkan dalam suhu
kamar selama 30 menit.
6.
Bagi adonan menjadi 4 bagian. Buat adonan menjadi
pipih dengan mesin pembuat mie lubang tingkat 1 (paling besar).
7.
Tekuk adonan seperti dalam gambar
8.
Pipihkan adonan dengan arah bukaan disebelah
atas-bawah
9.
Lakukan berulang hingga adonan lembut dan rata.
10. Setalah
adonan di tingkat 1 halus dan rata, pipihkan adonan berturut-turut pada tingkat
ke 2, 3, 4 atau kalau mau lebih tipis lagi hingga tingkat 5.
11. Adonan mie
yang sudah dipipihkan dengan mesin mie tingkat ke 5
12. Adonan pipih
di letakkan pada serbet makan yang sudah ditaburi tapung terigu. Biarkan adonan
pipih ini kering kurleb 30 menit. Saat menunggu kerjakan 3 buah adonan lain
seperti langkah sebelumnya.
13. Potong
adonan pipih dengan cetakan mie. taburi mie dengan sedikit tepung terigu.
Biarkan mie kering selama 30 menit.
14. Didihkan air
yang sudah diberi garam. Rebus mie homemade ini selama 3 menit. Mie ini siap di
sajikan untuk mie ayam, mie goreng dan sebagainya.
IV.
KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
4.1.1. Kadar zat besi
mie dengan penambahan bayam merah menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan
bayam merah, maka kadar zat besi dalam
mie semakin meningkat, porsi penyajian mie bayam merah adalah seberat 85 gram (
dalam bentuk mie kering ) sehingga setiap kali penyajian dapat menyumbang
kebutuhan zat besi berkisar antara 3,4 – 4,2 mg atau 13,1-16,2 % dari kecukupan
zat besi yang dianjurkan
4.1.2. Kadar serat mie
dengan penambahan bayam merah menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan bayam
merah, maka kadar serat mie semakin
meningkat. Hal tersebut disebabkan karena bayam termasuk sayuran berserat
tinggi, sehingga penambahan bayam merah yang lebih banyak membuat kadar serat
juga semakin meningkat
4.2. Saran
Kita harus melestarikan dan memanfaatkan apa yang
di alam sekitar kita dengan cara-cara kreatif dan inovatif agar kekayaan
tersebut tidak terlantar dan terbuang percuma. Berinovasi dengan menciptakan
sesuatu yang baru dan masih jarang orang mengetahui serta memanfaatkan bayam
merah dapat membantu perekonomian dan dapat meningkat derajat kesehatan
masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar