Metode Kangguru untuk Bayi BBLR
Setiap tahun, diperkirakan sekitar
20 juta bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR). Sebagian besar penyebab
BBLR di negara berkembang adalah gangguan pertumbuhan intrauterin (dalam
rahim). Intervensi yang efektif masih sangat terbatas akibat terbatasnya jumlah
fasilitas dan tenaga yang terampil. Akibatnya angka morbiditas dan mortalitas
bayi BBLR menjadi tinggi.
Perawatan metode kangguru (PMK)
merupakan salah satu cara yang sederhana dan terbukti efektif untuk memenuhi
sebagian besar kebutuhan dasar bayi, antara lain kehangatan, ASI, perlindungan
infeksi, dan stimulasi.
PMKadalahasuhankontakkulitdengankulit,
yang jugadisebut “perawatanmetodekanguru”, merupakanbentukinteraksi orang
tuadenganbayinya,
dimanaibumenggendongbayinyadengankontakkulitdengankulitpadaposisivertikal,
kepala di antarapayudaranyaselama 20 menitataulebih.
PMK dapat membantu pertumbuhan bayi
prematur dan dianjurkan untuk bayi dengan BBLR, yaitu berat lahir di bawah
2.500 gram.PMK ditemukan sejak tahun 1983 dan bermanfaat untuk merawat bayi
BBLR, baik itu selama perawatan di rumah sakit maupun di rumah.
PMK mampu memberikan kebutuhan asasi
bayi BBLR, caranya melalui penyediaan situasi dan kondisi yang mirip dengan
rahim ibu, sehingga memberikan peluang untuk beradaptasi lebih baik dengan
dunia luar. PMK juga lebih disenangi bayi dan bermanfaat karena dapat
memberikan rasa aman, nyaman, menguatkan insting bayi dengan merasakan detak
jantung ibunya lalu mencari-cari sendiri putingnya.
Keuntungan dari perawatan bayi BBLR
dengan menggunakan PMK ini, di antaranya adalah menstabilkan suhu
tubuh, denyut jantung, dan pernapasan bayi serta meningkatkan hubungan emosi
ibu-anak, meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi lebih baik lagi .
Kemudian bayi menjadi tidak berlama-lama menangis, memperbaiki keadaan emosi
ibu dan bayi, meningkatkan produksi ASI, menurunkan resiko infeksi selama dalam
perawatan di rumah sakit dan mempersingkat masa rawat di rumah sakit.
Berikut ini langkah-langkah dalam
melakukan PMK, yaitu
pertama berikan bayi kita pakaian, topi,
popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan terlebih dahulu.
Kedua, letakkan bayi di dada kita, dengan
posisi tegak dan bersentuhan langsung dengan kulit kita. Pastikan kepala bayi
sudah terfiksasi pada dada kita. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai
tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada kita dengan kepala agak
sedikit mendongak. Kita juga dapat mengenakan baju dengan ukuran besar sehingga
posisi bayi bisa diletakkan di antara payudara lalu baju ditangkupkan. Kenakan
selendang yang dililitkan di perut kita agar bayi tidak terjatuh.
Ketiga, jika baju tidak dapat menyokong
bayi, kita dapat menggunakan handuk atau kain lebar yang elastis atau kantong
yang khusus dibuat untuk menjaga tubuh bayi.
Empat, selama melakukan metode kangguru
ini, kita masih dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bergerak bebas walaupun
berdiri, duduk, berjalan, makan dan mengobrol. Namun pastikan, saat tidur,
posisi kita setengah duduk atau meletakkan beberapa bantal di belakang
punggung. Lima, jika kita lelah, metode ini dapat dilakukan juga
oleh ayah atau orang lain. Dan keenam, perhatikan persiapan sang ibu, bayi,
posisi bayi, pemantauan bayi, cara pemberian ASI, dan kebersihan ibu juga
bayinya.
Selama bayi cukup mendapat ASI
danberada dalam dekapan ibu, biasanya suhu akan mudah dipertahankan antara 36,5-37,5°C.
Walaupun demikian, pemantauan suhu ketiak bayi perlu dilakukan setiap 6 jam
selama 3 hari pertama PMK dimulai.
Selanjutnya pengukuran dilakukan 2
kali sehari. Selain suhu, ibu perlu memantau pernapasan bayi. Pernapasan normal
bayi premature berkisar 40-60 kali per menit dan kadang dapat disertai periode
apnu (tidak bernapas).
Beberapa tanda bahaya adalah
a. bayi sulit bernapas,
b. merintih,
c. bernapas sangat cepat atau sangat lambat,
d .berhenti napas yang sering dan lama (>20 detik
e .bayi terasa dingin walau sudah dihangatkan,
f. sulit minum,
muntah-muntah,
g .kejang,
h.diare,
atau
i. kulit menjadi kuning.
Bila menjumpai tanda-tanda diatas,
segeralah mencari pertolongan pada tenaga kesehatan.
PMK idealnya dilakukan 24 jam
sehari, tetapi pada permulaan dapat dilakukan bertahap dari minimal 60 menit,
kemudian ditingkatkan sampai terus-menerus, siang dan malam, diselahanya untuk
mengganti popok. Ibu dapat tetap melakukan pekerjaan sehari-hari seperti
berdiri, duduk, memasak, jalan-jalan, bahkanbekerja.Waktu tidur pun ibu dapat
berbaring atausetengah duduk sambil tetap mempertahankan posisi kanguru.
Ibu dapat beraktivitas dengan bebas,
dapat bebas bergerak walau berdiri ,duduk , jalan, makan danme ngobrol. Pada
waktu tidur ,posisi ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan beberapa
bantal di belakang punggung ibu.. Bila ibu perlu istirahat ,dapat digantikan
oleh ayah atau orang lain. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan
ibu,bayi, posisibayi , pemantauan bayi , cara pamberian asi , dan kebersihan
ibu-bayi.
Terdapat beberapa kriteria bayi yang dapat
dilakukan PMK, yaitu bayi dengan berat badan di bawah 2.000-2.500 gram, tidak
ada kelainan atau penyakit yang menyertai, refleks dan kordinasi isap dan
menelan yang baik, perkembangan selama di inkubatorbaik dan kesiapan dan keikut
sertaan orang tua, sangat mendukung dalam keberhasilan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar