Selasa, 22 September 2015

Metode Kangguru untuk Bayi BBLR



Metode Kangguru untuk Bayi BBLR
Setiap tahun, diperkirakan sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR). Sebagian besar penyebab BBLR di negara berkembang adalah gangguan pertumbuhan intrauterin (dalam rahim). Intervensi yang efektif masih sangat terbatas akibat terbatasnya jumlah fasilitas dan tenaga yang terampil. Akibatnya angka morbiditas dan mortalitas bayi BBLR menjadi tinggi.
Perawatan metode kangguru (PMK) merupakan salah satu cara yang sederhana dan terbukti efektif untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan dasar bayi, antara lain kehangatan, ASI, perlindungan infeksi, dan stimulasi.
PMKadalahasuhankontakkulitdengankulit, yang jugadisebut “perawatanmetodekanguru”, merupakanbentukinteraksi orang tuadenganbayinya, dimanaibumenggendongbayinyadengankontakkulitdengankulitpadaposisivertikal, kepala di antarapayudaranyaselama 20 menitataulebih.
PMK dapat membantu pertumbuhan bayi prematur dan dianjurkan untuk bayi dengan BBLR, yaitu berat lahir di bawah 2.500 gram.PMK ditemukan sejak tahun 1983 dan bermanfaat untuk merawat bayi BBLR, baik itu selama perawatan di rumah sakit maupun di rumah.
PMK mampu memberikan kebutuhan asasi bayi BBLR, caranya melalui penyediaan situasi dan kondisi yang mirip dengan rahim ibu, sehingga memberikan peluang untuk beradaptasi lebih baik dengan dunia luar. PMK juga lebih disenangi bayi dan bermanfaat karena dapat memberikan rasa aman, nyaman, menguatkan insting bayi dengan merasakan detak jantung ibunya lalu mencari-cari sendiri putingnya.
Keuntungan dari perawatan bayi BBLR dengan  menggunakan PMK  ini, di antaranya adalah menstabilkan suhu tubuh, denyut jantung, dan pernapasan bayi serta meningkatkan hubungan emosi ibu-anak, meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi lebih baik lagi . Kemudian bayi menjadi tidak berlama-lama menangis, memperbaiki keadaan emosi ibu dan bayi, meningkatkan produksi ASI, menurunkan resiko infeksi selama dalam perawatan di rumah sakit dan mempersingkat masa rawat di rumah sakit.
Berikut ini langkah-langkah dalam melakukan PMK, yaitu
pertama berikan bayi kita pakaian, topi, popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan terlebih dahulu.
Kedua, letakkan bayi di dada kita, dengan posisi tegak dan bersentuhan langsung dengan kulit kita. Pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada kita. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada kita  dengan kepala agak sedikit mendongak. Kita juga dapat mengenakan baju dengan ukuran besar sehingga posisi bayi bisa diletakkan di antara payudara lalu baju ditangkupkan. Kenakan selendang yang dililitkan di perut kita agar bayi tidak terjatuh.
Ketiga, jika baju tidak dapat menyokong bayi, kita dapat menggunakan handuk atau kain lebar yang elastis atau kantong yang khusus dibuat untuk menjaga tubuh bayi.
Empat, selama melakukan metode kangguru ini, kita masih dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bergerak bebas walaupun berdiri, duduk, berjalan, makan dan mengobrol. Namun pastikan, saat tidur, posisi kita setengah duduk atau meletakkan beberapa bantal di belakang punggung. Lima, jika kita lelah, metode ini dapat dilakukan juga oleh ayah atau orang lain. Dan keenam, perhatikan persiapan sang ibu, bayi, posisi bayi, pemantauan bayi, cara pemberian ASI, dan kebersihan ibu juga bayinya.
Selama bayi cukup mendapat ASI danberada dalam dekapan ibu, biasanya suhu akan mudah dipertahankan antara 36,5-37,5°C. Walaupun demikian, pemantauan suhu ketiak bayi perlu dilakukan setiap 6 jam selama 3 hari pertama PMK dimulai.
Selanjutnya pengukuran dilakukan 2 kali sehari. Selain suhu, ibu perlu memantau pernapasan bayi. Pernapasan normal bayi premature berkisar 40-60 kali per menit dan kadang dapat disertai periode apnu (tidak bernapas).
Beberapa tanda bahaya adalah
a. bayi sulit bernapas,
b. merintih,
c. bernapas sangat cepat atau sangat lambat,
d .berhenti napas yang sering dan lama (>20 detik
e .bayi terasa dingin walau sudah dihangatkan,
f.  sulit minum, muntah-muntah,
g .kejang,
  h.diare, atau
  i. kulit menjadi kuning.
Bila menjumpai tanda-tanda diatas, segeralah mencari pertolongan pada tenaga kesehatan.
PMK idealnya dilakukan 24 jam sehari, tetapi pada permulaan dapat dilakukan bertahap dari minimal 60 menit, kemudian ditingkatkan sampai terus-menerus, siang dan malam, diselahanya untuk mengganti popok. Ibu dapat tetap melakukan pekerjaan sehari-hari seperti berdiri, duduk, memasak, jalan-jalan, bahkanbekerja.Waktu tidur pun ibu dapat berbaring atausetengah duduk sambil tetap mempertahankan posisi kanguru.
Ibu dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bebas bergerak walau berdiri ,duduk , jalan, makan danme ngobrol. Pada waktu tidur ,posisi ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan beberapa bantal di belakang punggung ibu.. Bila ibu perlu istirahat ,dapat digantikan oleh ayah atau orang lain. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan ibu,bayi, posisibayi , pemantauan bayi , cara pamberian asi , dan kebersihan ibu-bayi.
Terdapat beberapa kriteria bayi yang dapat dilakukan PMK, yaitu bayi dengan berat badan di bawah 2.000-2.500 gram, tidak ada kelainan atau penyakit yang menyertai, refleks dan kordinasi isap dan menelan yang baik, perkembangan selama di inkubatorbaik dan kesiapan dan keikut sertaan orang tua, sangat mendukung dalam keberhasilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar